Jelajahi Pulau Kemaro Palembang 2026, wisata sejarah dan budaya di tengah Sungai Musi. Simak lokasi, harga tiket, cara menuju Pulau Kemaro, pagoda, klenteng, dan legenda cinta Tan Bun An.
Pulau Kemaro Palembang: Menyusuri Pulau Cinta dan Jejak Sejarah di Tengah Sungai Musi
Jika berkunjung ke Palembang, jangan hanya mengenal Jembatan Ampera dan pempek. Di tengah aliran Sungai Musi, terdapat sebuah pulau kecil yang menyimpan cerita panjang tentang sejarah, budaya, toleransi, dan legenda cinta.
Namanya Pulau Kemaro.
Pulau yang berada sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera ini menjadi salah satu destinasi wisata ikonik Kota Palembang. Dari kejauhan, bangunan pagoda sembilan lantai menjadi penanda bahwa ada sebuah tempat penuh cerita berdiri di tengah sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.
Pulau Kemaro bukan hanya tempat wisata, tetapi juga simbol pertemuan berbagai budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Lokasi Pulau Kemaro Palembang
Pulau Kemaro berada di kawasan Sungai Musi, tepatnya di wilayah Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pulau kecil ini memiliki luas sekitar beberapa hektare dan berada di antara kawasan industri seperti Pupuk Sriwidjaja, Pertamina Plaju, dan Sungai Gerong.
Keunikan Pulau Kemaro adalah posisinya yang berada di tengah sungai, namun dipercaya tidak pernah tenggelam meskipun Sungai Musi mengalami pasang. Dari sinilah muncul nama “Kemaro” yang berasal dari kata “kemarau”, karena masyarakat percaya pulau ini tetap kering saat air sungai naik.
Sejarah Pulau Kemaro: Dari Benteng hingga Destinasi Wisata Budaya
Jauh sebelum dikenal sebagai tempat wisata, Pulau Kemaro memiliki peran strategis dalam sejarah Palembang.
Letaknya yang berada di tengah Sungai Musi membuat pulau ini menjadi lokasi penting dalam jalur perdagangan sungai. Pada masa lalu, Sungai Musi merupakan jalur utama keluar masuk kapal dagang yang membawa berbagai komoditas dari Sumatera Selatan.
Pulau ini juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan budaya Tionghoa di Palembang. Saat ini, Pulau Kemaro dikenal sebagai kawasan wisata religi dan budaya dengan keberadaan:
- Klenteng Hok Tjing Rio
- Pagoda sembilan lantai
- Makam atau petilasan yang dikaitkan dengan legenda Tan Bun An dan Siti Fatimah
- Pohon cinta yang menjadi simbol kisah romantis masyarakat setempat

Daya Tarik Wisata Pulau Kemaro
1. Pagoda Sembilan Lantai
Ikon paling terkenal Pulau Kemaro adalah pagoda sembilan lantai. Bangunan ini menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan karena memberikan pemandangan khas perpaduan budaya Tionghoa dan suasana Sungai Musi.
Dari atas pagoda, pengunjung dapat menikmati pemandangan aliran Sungai Musi dan aktivitas kapal yang melintas.
2. Klenteng Hok Tjing Rio
Pulau Kemaro menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan umat Tridharma di Palembang.
Klenteng Hok Tjing Rio menjadi tempat ibadah sekaligus tujuan wisata budaya.
Setiap tahun, terutama saat perayaan Cap Go Meh, Pulau Kemaro menjadi sangat ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Perayaan ini menjadikan Pulau Kemaro sebagai simbol keberagaman budaya di Palembang.
3. Pohon Cinta Pulau Kemaro
Salah satu tempat yang menarik perhatian wisatawan adalah Pohon Cinta.
Menurut cerita masyarakat, pohon ini berkaitan dengan kisah cinta Tan Bun An dan Siti Fatimah.
Banyak pasangan datang untuk berfoto sebagai simbol harapan cinta dan hubungan yang langgeng.
Legenda Tan Bun An dan Siti Fatimah: Kisah Cinta di Pulau Kemaro
Salah satu alasan Pulau Kemaro begitu terkenal adalah legenda cinta antara Tan Bun An dan Siti Fatimah. Cerita rakyat ini telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Palembang.
Konon, Tan Bun An adalah seorang saudagar Tiongkok yang datang ke Palembang untuk berdagang. Ia kemudian bertemu dengan Siti Fatimah, putri Raja Palembang. Keduanya jatuh cinta dan akhirnya ingin menikah.
Dalam perjalanan kisahnya, Tan Bun An membawa Siti Fatimah ke Tiongkok untuk bertemu keluarganya. Saat kembali ke Palembang, mereka membawa tujuh guci hadiah. Namun ketika guci tersebut dibuka, Tan Bun An merasa kecewa karena melihat isinya hanya sayuran.
Karena marah, ia membuang guci-guci tersebut ke Sungai Musi. Namun ternyata, salah satu guci berisi emas. Tan Bun An kemudian melompat ke sungai untuk mengambilnya. Melihat kejadian itu, Siti Fatimah ikut menyusul.
Legenda menyebutkan bahwa keduanya tidak kembali ke permukaan dan kemudian dipercaya dimakamkan di Pulau Kemaro. Kisah cinta tragis inilah yang membuat Pulau Kemaro dikenal sebagai pulau penuh cerita cinta dan pengorbanan.

Harga Tiket Pulau Kemaro Palembang 2026
Untuk masuk ke kawasan Pulau Kemaro, umumnya pengunjung tidak dikenakan tiket masuk khusus. Namun wisatawan perlu menyiapkan biaya transportasi menggunakan perahu atau speedboat menuju pulau. Perkiraan biaya perjalanan:
- Perahu ketek dari dermaga: sekitar Rp100.000–Rp250.000 pulang pergi (tergantung jumlah penumpang dan negosiasi)
- Speedboat: sekitar Rp500.000 tergantung kapasitas dan rute
- Ikut tour gabungan yang saat ini banyak ditawarkan
Harga dapat berubah terutama saat musim ramai seperti Cap Go Meh atau festival budaya.
Cara Menuju Pulau Kemaro Palembang
Karena berada di tengah Sungai Musi, Pulau Kemaro hanya bisa dicapai menggunakan transportasi air.
1. Naik Perahu dari Dermaga Benteng Kuto Besak
Ini adalah pilihan favorit wisatawan. Perjalanan:
- Berangkat dari kawasan Benteng Kuto Besak
- Menyusuri Sungai Musi
- Melihat aktivitas kapal dan tepian kota
- Tiba di Pulau Kemaro
Waktu tempuh sekitar 15–30 menit tergantung kondisi sungai.
2. Naik Perahu dari Kawasan Pabrik Pupuk
Alternatif lain adalah melalui kawasan sekitar industri Sungai Musi. Pilihan ini biasanya lebih dekat bagi masyarakat sekitar kawasan tersebut.
Waktu Terbaik Mengunjungi Pulau Kemaro
Waktu terbaik berkunjung:
Pagi Hari
Cocok untuk menikmati suasana tenang, berfoto, dan melihat aktivitas Sungai Musi.
Sore Hari
Menjadi waktu favorit karena cuaca lebih nyaman dan pemandangan matahari mulai turun sangat indah.
Saat Cap Go Meh
Jika ingin melihat suasana budaya yang meriah, datang saat perayaan Cap Go Meh. Namun biasanya jumlah pengunjung jauh lebih banyak.
Pulau Kemaro, Bukti Harmoni Budaya Palembang
Pulau Kemaro adalah contoh bagaimana sebuah tempat dapat menyimpan banyak cerita. Di sini bertemu:
- Sejarah perdagangan Sungai Musi
- Budaya Melayu Palembang
- Tradisi Tionghoa
- Cerita rakyat tentang cinta
- Wisata religi
Pulau kecil ini mengajarkan bahwa Palembang sejak dahulu adalah kota yang terbuka terhadap berbagai budaya.
Jangan Lewatkan Pulau Cinta di Sungai Musi
Bagi wisatawan yang datang ke Palembang, Pulau Kemaro adalah destinasi yang wajib masuk daftar perjalanan. Bukan hanya karena pagodanya yang megah. Bukan hanya karena legendanya yang terkenal. Tetapi karena pulau kecil ini menyimpan cerita tentang perjalanan panjang sebuah kota yang hidup berdampingan dengan sungai dan keberagaman.
Saat perahu membawa kita menyusuri Sungai Musi menuju Pulau Kemaro, kita tidak hanya sedang berwisata. Kita sedang menyentuh sejarah. Karena setiap aliran Sungai Musi memiliki cerita, dan Pulau Kemaro adalah salah satu kisah paling indah yang tersimpan di dalamnya.
Related Posts
- 65
- 61
- 56
- 52
- 50







ikut wisata kesini kakak, semoga segera kesini ya
iya semoga segera kesini ya 😀
Boleh juga tuh wisata kesini… 😀
iya semoga segera kesini ya