Benteng Kuto Besak Palembang, Warisan Kesultanan Palembang Darussalam

Views: 66

Benteng Kuto Besak Palembang, warisan Kesultanan Palembang Darussalam menjadi saksi bisu sejarah di kota Palembang. Benteng ini berdiri kokoh hingga saat ini.

Benteng yang biasa disebut BKB ini adalah saksi perlawanan masyarakat kota Palembang dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Benteng Kuto Besak Palembang

Mengungkap Sejarah Benteng Kuto Besak di Palembang

Benteng yang terletak menghadap Sungai Musi ini terbuat dari batu setinggi 10 meter dan yang uniknya benteng yang masih berdiri kokoh di tengah kota Palembang ini tidak menggunakan semen sebagai perekat antar batu namun menggunakan putih telur.

Kota Palembang: Jejak Sejarah dan Keindahan

Kota Palembang, sebagai kota tertua di Indonesia, menawarkan banyak jejak peninggalan bersejarah yang kaya dan menarik untuk dijelajahi.

Selain terkenal dengan wisata kulinernya, Palembang juga menawarkan wisata alam, budaya, dan sejarah. Salah satu bukti peninggalan sejarah yang hingga kini masih bisa dinikmati adalah Benteng Kuto Besak.

Benteng Kuto Besak: Saksi Sejarah Perlawanan

Benteng Kuto Besak, yang menghadap langsung ke Sungai Musi, adalah benteng yang terbuat dari batu setinggi 10 meter. Keunikan benteng ini terletak pada teknik konstruksinya, di mana batu-batu tersebut direkatkan tanpa semen, melainkan menggunakan putih telur.

Benteng ini berdiri kokoh di tengah kota Palembang dan menjadi saksi bisu perlawanan masyarakat Palembang terhadap penjajahan Belanda dan Jepang.

Sejarah Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak merupakan warisan dari Kesultanan Palembang Darussalam yang dibangun pada abad ke-17 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I.

Benteng ini dibangun untuk menggantikan Keraton Kuto Lamo yang dianggap terlalu kecil. Keraton Kuto Lamo kini dijadikan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pembangunan benteng ini berlangsung selama 17 tahun, dari 1780 hingga 1797, dan diresmikan sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam pada 21 Februari 1797.

Benteng Kuto Besak memiliki tiga pintu masuk yang disebut lawang buritan, masing-masing menghadap ke arah timur, barat, dan selatan, dengan bastion yang serupa di setiap pintunya.

Benteng ini memiliki arsitektur khas Palembang yang berbeda dengan benteng bergaya Eropa, karena dibangun oleh tenaga dan masyarakat lokal di bawah pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin.

Kisah Pembangunan

Ada kisah menarik tentang pembangunan benteng ini, di mana Sultan Mahmud Badaruddin I melibatkan penduduk lokal dan etnis Tionghoa.

Pengawasan konstruksi dipercayakan kepada seorang pengawas dari Cina, dan pembangunan dilakukan oleh penduduk lokal.

Kerjasama ini mencerminkan keharmonisan yang masih terjaga hingga kini, seperti terlihat dalam perayaan Cap Go Meh dan Imlek di Palembang.

Dimensi dan Letak Strategis

Benteng ini memiliki dimensi panjang 288,75 meter, lebar 183,75 meter, tinggi 9,99 meter, dan tebal 1,99 meter. Benteng ini berbatasan langsung dengan Sungai Musi di sebelah selatan, Sungai Kapuran di sebelah utara, Sungai Sekanak di sebelah barat, dan Sungai Tengkuruk di sebelah timur, menjadikan wilayah Palembang pada awalnya seperti pulau.

Perang Melawan Penjajah

Karena lokasinya yang strategis, Belanda berusaha merebut Benteng Kuto Besak untuk menguasai Palembang. Pada tahun 1819, terdapat 129 meriam di atas tembok benteng ini.

Namun, pada tahun 1821, hanya tersisa 75 meriam di dinding Kuto Besak dan 30 meriam di sepanjang tembok yang menghadap Sungai Musi.

Akhirnya, Belanda berhasil merebut benteng ini pada tahun 1821 dan mengasingkan Sultan Mahmud Badaruddin II ke Maluku, yang menandai berakhirnya era Kesultanan Palembang Darussalam. Sebagai tanda pendudukan Belanda, hingga kini terdapat ukiran bergaya kolonial di Benteng Kuto Besak.

Bendera Raksasa di Benteng Kuto Besak

Transportasi Menuju Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak terletak di pusat kota Palembang, sehingga sangat mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi.

Kalian bisa menggunakan transportasi umum seperti angkot yang melewati di kawasan bersejarah tersebut atau bisa juga naik Trans Musi untuk menuju Benteng Kuto Besak. Selain itu bisa juga menggunakan jasa taxi atau ojek online ya.

Sungai Musi Palembang

Wisata di Sekitar Benteng

Selain menikmati wisata sejarah di Benteng Kuto Besak, kalian juga bisa bersantai di Plaza Benteng Kuto Besak dan menikmati keindahan Sungai Musi yang berada persis di depan benteng tersebut.

Kemana saja berwisata di Palembang, baca selengkapnya disini ya

Berwisata ke Benteng Kuto Besak

Mengunjungi Benteng Kuto Besak adalah sebuah perjalanan yang membawa kita kembali ke masa lalu, memahami sejarah Palembang, dan menikmati keindahan arsitektur serta panorama alam sekitarnya. Selamat menikmati wisata sejarah di Benteng Kuto Besak.

Benteng Kuto Besak merupakan warisan Kesultanan Palembang Darussalam yang melindungi kota Palembang sejak abad ke 17.

Plaza Benteng Kuto Besak

Selain bisa menikmati wisata sejarah, kita bisa bersantai di Plaza Benteng Kuto Besak dan wisata Sungai Musi yang berada persis didepan benteng tersebut.

Selamat berwisata sejarah ya

Related Posts

  • 62
    Menjelajahi Wisata di India Dari Delhi ke Spiti ValleyMenjelajahi wisata di India dari New Delhi ke Spiti Valley bisa menjadi bucket list kalian ya.  Bagi yang ingin menikmati keindahan alam di India,  sekaligus menyelam budaya dan sejarah di…
    Tags: yang, dan, di, ini
  • 60
    Pesona Sumatera Selatan Memukau Mata DuniaPesona Sumatera Selatan memukau dunia  dengan kekayaan alam, budaya, sejarah, dan kuliner yang luar biasa. provinsi ini menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Pesona Sumatera Selatan Yang Memukau Sebagai salah…
    Tags: yang, di, dan, ini, palembang
  • 56
    Inilah 7 Pesona Wisata di Palembang yang Membuat Anda Enggan PulangEksotis, itulah satu kata yang mewakili wajah Kota Palembang. Sungai Musi dan Jembatan Ampera adalah dua ikon Palembang yang mengundang decak kagum. Pesona wisata di Palembang yang menarik banyak orang…
    Tags: di, yang, palembang, dan, ini
  • 53
    Palembang Rajuters Komunitas Merajut di PalembangPalembang Rajuters adalah komunitas merajut yang berdiri pada tanggal 12 Mei 2012 di Palembang. Komunitas ini didirikan oleh Tata Halim dan Iventy Efendy bersama beberapa crocheter lainnya di Palembang. Sejak…
    Tags: dan, di, palembang, yang, ini
  • 53
    Menikmati Lezatnya Jajanan Khas Ramadan: Tradisi Kuliner Palembang Menggoda SeleraPalembang menjadi pusat kuliner yang memikat hati para pecinta makanan khas tradisional. Jajanan khas Ramadan di Palembang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan nostalgia akan tradisi dan kebersamaan di bulan…
    Tags: yang, dan, di, palembang

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com