Event,  Lifestyle

Pola Asuh Grow Happy Untuk Masa Depan Anak

Sharing is caring!

Pola asuh “Grow Happy” ternyata berguna sekali untuk Masa Depan Anak dan Orangtua. Hal ini saya ketahui saat menghadiri workshop Grow Happy Parenting yang digelar oleh Nestlé LACTOGROW, di Kuto Besak Theatre Restaurant, pada 31 Oktober 2018 lalu.

Sebagai susu pertumbuhan untuk anak usia 1-5 tahun, Nestlé LACTOGROW memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang seorang anak. Pasalnya tumbuh kembang anak tidak lepas juga dari gaya pola asuh dari orangtuanya. Karena jika anak tumbuh dengan bahagia akan mempengaruhi masa depan sang anak.

Workshop Grow Happy Parenting

Brand Manager Nestlé LACTOGROW Gusti Kattani Maulani membuka langsung Workshop Grow Happy Parenting tersebut.  Nestlé LACTOGROW menggelar kampanye Grow Happy untuk membantu para orang tua agar bisa membangun kebahagiaan dirinya sendiri sehingga bisa menularkan kebahagiaannya kepada anak dan keluarga serta memberikan edukasi tentang nutrisi yang optimal bagi anak-anak agar tumbuh bahagia.

Pasalnya agar si buah hati tumbuh bahagia, harus ada keselerasan antara nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua sehingga melahirkan kondisi grow happy. Peran orang tua di masa kini yang semakin menantang, membuat Nestlé LACTOGROW ingin membantu orang tua dengan workshop “Grow Happy Parenting” ini.

Dalam workshop ini, para peserta bisa mendapatkan informasi dan tips pola asuh anak serta bagaimana memberikan nutrisi seimbang dan lengkap agar anak-anak bisa tumbuh bahagia. Nestlé LACTOGROW juga memperkenalkan tampilan baru dari susu yang telah diperkaya dengan DHA, kalsium, minyak ikan, dan Lactobacillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang.

Grow Happy Untuk Tumbuh Kembang Anak di Masa Depan

Dalam Studi Child Happiness di bulan Juni lalu, Nestlé LACTOGROW menemukan fakta jika seorang anak merasakan bahagia ketika bermain bersama orang tua, bahkan anak-anak merasa lebih bahagia dari mereka bermain dengan adik atau kakaknya. Sayangnya lebih dari 50% orang tua belum bersama dan bermain dengan sang anak. Setiap orangtua tentunya ingin anaknya tumbuh bahagia, hanya saja banyak tantangan yang dihadapi dalam mengasuh anak saat ini. Contohnya saja untuk kaum pekerja, yang terpaksa harus kehilangan waktu kebersamaan dengan anak.

Menurut psikolog, Elizabeth Santosa, M.Psl, Psl, SFP, ACC  yang hadir dalam Workshop Grow Happy Parenting ini, umumnya orangtua sudah mengetahui tentang teori pola asuh tumbuh bahagia ini dengan menghabiskan waktu bersama dengan anak. Tapi sebelumnya kami diajak untuk mengenal diri sendiri dan mengetahui level kebahagiaan dengan games menarik.

Orang tua yang bahagia akan membuat sang anak memiliki ketahanan terhadap stres dan tantangan hidup di masa depan. Sehingga anak-anak bisa tumbuh dengan pola asuh orang tua yang bahagia dan ikut terlibat dalam aktivitas anak. Untuk mengenal diri sendiri, orang tua harus memahami apa saja sumber kebahagiaan dalam hidup seperti positif afektif (tertawa, damai, pemenuhan diri), negatif afektif (marah, sedih, curiga), dan tingkat kepuasan hidup agar dapat mengajarkan anak bagaimana arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Pertanyaan terbesar yang dimiliki para orangtua bagaimana agar tercipta kondisi tumbuh bahagia (Grow Happy). Pasalnya masih banyak orang tua yang sudah menyisihkan waktu namun belum bisa ikut dalam kegiatan anak secara maksimal. Seperti karena tingkat stress yang tinggi, masih sibuk dengan pekerjaan, ataupun masih sibuk dengan handphone saat bersama anak sehingga waktu bersama tidak maksimal.

Elizabeth memberikan tips agar para orangtua lebih terlibat dalam kegiatan anak, yaitu:

  • Bukan terfokus pada jenis aktivitas, namun waktu kebersamaan.
  • Tidak ada distraksi pada saat melakukan aktivitas bersama anak.
  • Melakukan eye-to eye contact saat bersama anak.
  • Buatlah anak merasa dirinya paling penting.

Tumbuh kembang anak sendiri tidak hanya dilihat dari fisiknya saja namun juga ada pengaruh dari kebahagiaan anak tersebut. Hanya saja kebanyakan orang tua hanya melihat dari ciri-ciri fisik sang anak saja. Seperti jika anak terlihat ceria dan aktif bergerak menunjukkan anak tersebut sudah bahagia. Padahal, menurut Myers & Diener (2018), kebahagiaan anak bukanlah kegembiraan sesaat saja, namun lebih kepada rasa nyaman, aman, dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya.

Elizabeth memberikan tips untuk membantu orang tua membesarkan anak agar tumbuh bahagia, diantaranya:

  • Memberikan makanan tepat waktu dan bergizi seperti anak yang agresif jangan diberikan daging merah tapi perbanyak sayuran.
  • Mendukung kompetensi anak dengan terlibat langsung dalam kegiatan anak seperti menemani anak saat bermain bola atau olahraga lainnya termasuk hobi yang disukai anak.
  • Cukupi waktu tidur anak, pasalnya anak yang kurang tidur akan marah-marah saat dibangunkan di pagi hari.
  • Memberikan cinta tanpa syarat kepada anak.
  • Menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa menularkan kebahagiaannya kepada pasangan dan anak.

Nutrisi Untuk Grow Happy

Dalam Studi Child Happiness juga terungkap jika anak-anak di lndonesia berpotensi kekurangan asupan nutrisi yang seimbang, yang akan mempengaruhi tumbuh kembang dan kebahagiaan mereka. Studi ini sejalan dengan hasil penelitian Iain yang menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi pada anak Indonesia masih tinggi.

Dokter Spesialis Anak dr. Fatima Safira Alatas Ph.D, Sp.A(K) mengatakan orang tua harus mengetahui dan mengerti nutrisi seimbang bagi anaknya. Termasuk pemilihan susu dengan kandungan gizi agar asupan nutrisi bagi buah hati tercukupi dengan sempurna. Anak-anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat sehingga bisa menyerap nutrisi dengan baik.

Pasalnya ada teori Gut Brain Axis yang menunjukkan hubungan sistem pencernaan tidak hanya berfungsi mencerna dan menyerap makanan namun juga akan ikut mempengaruhi otak dan emosi sang anak. Jika seorang anak memiliki selera makan dan pola tidur yang baik  dapat menunjang sang anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dr. Fatima menambahkan untuk membentuk saluran cerna yang sehat,  harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus diantaranya dengan:

  • Konsumsi makanan bernutrisi lengkap dan bervariasi.
  • Konsumsi makanan yang mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan
  • Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara teratur.

Dari wokshop ini saya mendapatkan banyak informasi tentang pola asuh tumbuh bahagia ini memiliki formula keseimbangan antara asupan nutrisi sang anak, kebahagiaan sang anak, keterlibatan orangtua dalam aktivitas anak termasuk kebahagiaan dari orangtua itu sendiri.

Saya pun sangat bahagia bisa mendapatkan materi yang luar biasa yang pastinya akan sangat berguna saat saya memiliki anak-anak nantinya.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar