Singapura,  Travelling

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker

Sharing is caring!

Di hari kedua perjalanan Plesiran ke Batam-Singapura bersama Crew PalTV dilanjutkan menuju Singapura. Jalan-jalan program tahunan sebagai rewarad dari perusahaan ini kami lakukan ala “backpacker“. Kami berangkat ke Batam Centre International Ferry terminal penyeberangan Batam – Singapura ditempuh dalam waktu satu jam kadang-kadang hanya 50 menit.

Singapura memang bukan destinasi wisata yang asing bagi orang Indonesia terutama masyarakat yang tinggal di Batam. Karena letak geografis yang teramat dekat ini  membuat biaya perjalanan pun lebih murah apalagi jika membeli tiket penyebrangan pp. Akhirnya banyak yang memilih alternatif menuju Singapura melalui Batam.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Setelah tiba di Harbour Front, sayangnya kami harus menunggu sekitar 2 jam karena ada 2 teman kami yang tertahan di imigrasi. Beruntung ada seorang teman yang tinggal di Singapura bisa menyempatkan diri bertemu dan bertukar oleh-oleh.

Usai menunggu, kami pun langsung menuju tempat kami menginap. Kali ini kami memilih untuk menikmati transportasi publik milik Singapura seperti MRT dan bus. Pelayanan transportasi ini patut menjadi contoh karena dengan satu kartu seluruh moda transportasi bisa digunakan.

Little India

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Selama di Singapura, kami menginap di Kawan Hostel, hostel backpacker yang sangat terkenal di Little India. Hostel ini pun menjadi favorit bagi wisatawan asal Indonesia. Sesuai dengan namanya, Little India, memang kawasan ini mayoritas di dominasi oleh kaum India.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Tepat didepan tempat kami menginap adalah Masjid Abdul Gafoor. Terletak di area pemukiman muslim, Kampong Kapor, tepatnya di Dunlop Street berdiri masjid termegah yang ada di Singapura.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Saya pun menyempatkan diri untuk melaksanakan kewajiban shalat zuhur. Disini sangat unik sekali karena tempat shalat untuk kaum hawa dipisahkan di sisi lain masjid.

Makan Siang di Hj. Maimunah Restaurant and Catering

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Setelah meletakkan barang bawaan dan melaksanakan kewajiban shalat zuhur, kami pun langsung santap siang di Hj. Maimunah Restaurant and Catering. Resto ini terletak di Jalan Joo Chiat dengan menu yang sangat Indonesia sekali.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Tempat ini katanya merupakan tempat favorit makan siang yang ada di Singapura yang ada di Bencoolen. Terutama untuk wisatawan asal Indonesia. Mulai dari nasi campur, bakso,  soto dan lain lain.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Kampong Glam 

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Puas bersantap siang perjalanan kami lanjutkan menuju perkampungan muslim di Kampong Glam, Singapura. Kita bisa melihat sisi lain dari Singapura. Di antara banyaknya kawasan modern nan asri dan hijau atau pusat-pusat perbelanjaan di Singapura, Kampong Glam tetap menawarkan ciri khasnya.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Disini terdapat Masjid Sultan yang merupakan masjid kedua yang dibangun di Republik Singapura. Dibangun 4 tahun setelah berdirinya Masjid Omar di kampung Malaka. Hingga kini masjid bersejarah itu masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan asing yang datang ke Singapura.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Di kawasan ini juga terdapat pertokoan yang menawarkan aneka produk hingga makanan khas berbagai negeri, seperti makanan khas Turki.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Orchard Road

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Usai menikmati keindahan Masjid Sultan, kami menuju Orchard Road. Kawasan ini memang menjadi tempat wajib bagi wisatawan untuk berbelanja.  Sepanjang jalan orchard ini terdapat deretan mal yang berlomba-lomba memanggil para wisatawan untuk menghabiskan dollar mereka. Saat kami berkunjung kawasan ini sudah mulai dihiasi ornamen natal.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Kami mendapatkan sample product dari salah satu user. Dengan penampilan unik, keramah tamahan mereka pun menjadi pusat perhatian. Bahkan rombongan kami pun tak ketinggalan minta foto-foto. Alasan utama adalah karena mereka cantik ya 😀

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Merlion Park

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Dari Orchard perjalanan dilanjutkan menuju Merlion Park. Ibaratnya tidak ke Singapura jika tidak absen dengan singa satu ini. Kegiatan disini hanya satu ya “narsis”. Tetapi jangan salah waktu ya. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di Merlion Park karena Singapura sore itu diguyur hujan deras.

Nonton Song of The Sea

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Dari Merlion Park kami langsung menuju Sentosa Island. Pulau Sentosa ini adalah sebuah pulau di sebelah selatan Singapura. Tempat terkenal di pulau ini adalah Resorts World Sentosa. Selain menikmati suasana malam kami juga menyaksikan pertunjukan musikal songs of the sea. Termasuk juga pertunjukan laser dan air yang memukau.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Sebenarnya saya sudah menonton dram musikal ini pada 2011, dan hingga kini ceritanya tetap sama, sejak pertama kali diadakan pada 26 maret 2007 menceritakan pemuda bersuara merdu bernama Li. Li dan teman teman lainnya menolong Ani agar terbebas dari kutukan dengan cara bernyanyi dan menari bersama.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Makan Malam di Food Republic

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Sebelum kami pulang dan beristirahat  kami santap malam di Food Republic yang berada di kawasan Sentosa Island.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

Disini terdapat banyak sekali outlet yang menyajikan makanan. Silakan pilih sesuai selera, dan tetap hati-hati memilih makanan halal.

Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jalan-Jalan ke Singapura ala Backpacker, Jurnal Suzannita

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com