Workshop Photography dan Social Media

Sebagai tindak lanjut gathering / meet up Netizen Palembang bersama Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga. Pada Sabtu, 23 Januari 2016, digelar Workshop Photography bersama Setiadi Darmawan dan Workshop Social Media bersama Barry Kusuma.

Untuk urusan video, mungkin Suzan bisa mengambil gambar dan mengatur kamera hingga angel yang baik untuk penayangan berita maupun program televisi, tapi untuk urusan photography, Suzan hanya bisa menggunakan camera handphone ataupun camera digital pocket, yang notabene semuanya menggunakan mode auto begitupun untuk kamera DSR / SLR , Suzan mencari aman dengan menggunakan mode auto juga.

IMG-20160122-WA0003Sehingga Suzan merasa banyak sekali mendapatkan ilmu dari mas Setiadi yang memperkenalkan materi dasar photography walau katanya hanya 2 persen saja. Awalnya workshop ini dibuka langsung oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga.

Workshop ini sendiri diikuti lebih dari 60 peserta baik dari Netizen, komunitas photography hingga instansi pemerintah. Workshop ini diawali dengan workshop social media oleh Barry Kusuma. Menurutnya setiap orang bisa menjadi travel photographer, pasalnya 90% orang Indonesia suka melihat foto sehingga mulai saat ini harus belajar memotret yang baik dan benar, selain itu juga belajarlah menulis di blog atau forum.

IMG_20160123_092526Perkembangan travel photographer dan travel bloggersaat ini sudah semakin banyak. Jika dulu photographer hanya bisa menjual photonya ke agensi sekarang lebih mudah, bisa melalui bisa melalui poster, buku dan paling mudah melalui social media “high expectations but low cost”.

Disisi lain seorang travel photograher juga dituntut bisa menulis, dan untuk memilih profesi sebagai seorang travel photographer membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa dikenal. Pesatnya perkembangan dunia internet juga diikuti dengan perkembangan pengguna social media yang semakin banyak, saat ini pengguna terbanyak adalah Facebook, disusul Instagram dan Twitter.

IMG-20160123-WA0011Salah satu cara untuk dikenal orang banyak, yaitu mulai dengan memanfaatkan Facebook dan Groups untuk share karya anda baik tulisan atau photo. Selain itu ada Google+ yang juga memiliki manfaat karena merupakan produk Google sehingga dimudahkan saat search engine. Ada juga Kaskus yang memiliki banyak forum dan banyak informasi, apalagi jika menjadi hot thread di Kaskus karena viewersnya banyak dan orang pun semakin mengenal karya kita.

Social media adalah media promosi yang efektif dan murah, sehingga manfaatkan sebaik mungkin dalam penggunaannya. Peak time social media yaitu di pagi hari pada jam 7-10 pagi, saat orang berangkat ke kantor, orang banyak yang mengecek email dan socmed, dan di sore hari saat pulang kantor mulai jam 4 sore hingga 8 malam.

IMG-20160123-WA0013Barry Kusuma juga mengatakan agar semakin dikenal mulailah membuat blog yang berisi catatan perjalanan, tapi lengkapi dengan photo dan video yang bagus. Be creative, be different! Untuk menjadi travel photographer yang bisa dikenal, haruslah kreatif dan beda, karena semakin beda semakin orang mengenal kita.

Selain itu agar skill memotret semakin baik dengan mengikuti lomba photo karena semakin sering mengikuti lomba, semakin banyak ilmu yang didapatkan.

IMG-20160123-WA0014Barry juga menjelaskan cara menjual stok photo melalui agency (macrostock & microstock). Jika Macrostock bisa menggunakan corbis, Getty images & alamy sedangkan untuk Microstock bisa melalui shutterstock. Masa depan travel photography saat ini adalah dengan video footage sehingga saat ini buatlah konten video timelapse, footage, hyperlapse, startrail, dll.

Disisi lain seorang travel photographer juga harus memiliki stock penyimpanan photo yang bagus. Management file photo yang baik, bisa berdasarkan kategori atau tahun dan pastikan jangan menyimpan di satu tempat. Backup storage stock photo mulai dari computer, hard disk (tidak boleh 1) laptop etc. Penyimpanan photo juga bisa dengan menggunakan server personal seperti Dropbox atau drive.

SetiadiSementara itu, kedatangan Setiadi Darmawan, Barry Kusuma, Giri Prasetyo dan Michael ke Bumi Sriwijaya sendiri karena untuk pembuatan TVC Wonderful Sriwijaya. Dan kami bersyukur bisa mendapatkan ilmu secara gratis langsung dari sang ahlinya.

IMG-20160123-WA0018

2 thoughts on “Workshop Photography dan Social Media”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com