DIY/Crafts,  Fashion,  Lifestyle,  Palembang

Wisata ke Sentra Tenun Tuan Kentang

Sharing is caring!

Palembang tidak hanya terkenal dengan kain songket. Namun palembang juga memiliki kain khas lain, yakni kain jumputan.

Saya berkunjung ke kampung tuan kentang, untuk melihat langsung proses pembuatan kain jumputan.

Kain jumputan yang dijemur

Di kampung tuan kentang inilah, para perajin kain yang memproduksi kain-kain khas palembang terutama kain jumputan.

Kain jumputan adalah salah satu kain tradisional khas Palembang yang dibuat dengan cara menjumput dan mengikat kain lalu mencelupkan warna.

Untuk menghasilkan kain jumputan harus melewati proses yang memakan waktu pembuatan sekitar 1 minggu hingga 1 bulan lamanya.

Kain yang juga disebut sebagai kain pelangi ini  diproduksi oleh perajin yang bermukim di Jalan Aiptu Wahab 15 ulu, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang.

Cara pembuatan kain yang cukup rumit ini sebanding dengan hasil kain jumputan tersebut.

Tahapan pertama adalah memotong kain mulai dari 2 meter hingga 5 meter. Selanjutnya kain yang sudah dipotong ini dilukis sesuai dengan motif yang diinginkan menggunakan pensil.

Kemudian kain yang sudah dilukis tersebut  diikat satu persatu. Setelah itu barulah melalui proses pewarnaan dimulai.

Proses pewarnaan bisa dilakukan  dengan teknik pencelupan, dikuas dengan naptol, disemprot dengan obat dyrex ataupun digabung ketiganya.

Setelah direbus untuk diwarnai kain dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan zat warna. Setelah ditiriskan barulah ikatan kain tersebut dilepas, dan kain yang sudah diwarnai itu pun dijemur.

Disini saya bertemu dengan Kusnadi, pemuda berusia 25 tahun asal Palembang yang meneruskan bisnis kain jumputan Palembang milik orangtuanya.

Bisnis orangtuanya yang sudah dirintis  sejak 27 tahun lalu ini bernama Salsabila. Meski masih muda, laki-laki yang akrab dipanggil Nady ini memiliki niat untuk melestarikan warisan leluhur Palembang.

Dari Nadi, saya tahu jika kain jumputan yang saya pakai merupakan motif lereng dengan teknik semprot dan berasal dari Salsabila juga.

Pasalnya selain bisa memesan ataupun membeli langsung dari pengrajin. Kusnadi juga menjual kain di butik langganan Dan griya kain tuan kentang.

Ada lebih dari 50 motif yang bisa ditemui, baik motif klasik maupun motif yang sudah dimodifikasi seperti motif titik tujuh khas Palembang, motif mahkota, motif polos, motif jelujuran dan masih banyak lagi.

Kini ada 30 orang tetangganya yang ikut bekerja bersamanya. Sedikitnya 200 hingga 300 lembar kain jumputan berhasil diproduksi setiap harinya.

Karena bisnis kain jumputan ini banyak tetangganya yang juga ikut terjun menggeluti bisnis serupa.

Bahkan ada perajin dari Kalimantan yang ikut belajar membuat kain jumputan di gallery Salsabilla ini. Saat ini sudah menghasilkan produk jumputan sendiri dan banyak diminati di Kalimantan.

Karena pesatnya perkembangan pengrajin kain tradisional Palembang di wilayah ini. Pemerintah mengakomodir para perajin kain ini menjadi satu di Griya Kain Tuan Kentang.

Galeri ini menjadi wadah pemasaran kain-kain cantik yang diproduksi oleh para perajin di kampung Tuan Kentang ini. Tidak hanya kain jumputan, disini juga dijual kain lain seperti kain songket, kain tajung hingga batik Palembang.

Disini para perajin bisa memamerkan karya mereka baik yang masih dalam bentuk kain, ataupun yang sudah dibuat menjadi baju.  Kain jumputan sendiri menjadi salah satu jenis kain paling laris diperjual belikan karena  dalam proses pengerjaannya, kain ini mengandung nilai keunikan dan kerumitan tersendiri.

Motif dan warna yang cantik juga menjadi salah satu daya tarik orang untuk membeli. Kain yang diperjualbelikan disini, bisa didapatkan dengan harga bervariasi mulai dari 100 ribu hingga 500 ribu rupiah.

Sudah tertarik untuk membeli kain jumputan ataupun jenis kain Palembang yang lain. Yuk berwisata sambil belajar langsung dari perajinnya di Tuan Kentang.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar