Event,  Jepang,  Lari,  Tokyo Marathon

Tokyo Marathon 2018 Berlari dengan Bahagia

Sharing is caring!

** Tokyo Marathon 2018 Notification of the Lottery Result / Accpeted **

Congratulations! You have been accepted for participation.

Seperti itulah kutipan email dari pengumuman hasil lotere Tokyo Marathon 2018 yang masuk ke emailku. Tokyo Marathon 2018, siapa yang bisa menduga saya bisa berlari di salah satu World Major Marathon. Allah Maha Baik, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa berlari di salah satu seri marathon paling bergengsi di dunia ini.

Apalagi sebenarnya saya bukanlah pelari jarak jauh dan baru mulai serius dengan olahraga lari sejak September 2016 lalu. Dan semuanya karena saya hanya ingin mengikuti race Bali Marathon 2017. Terinspirasi dari teman saya Putri yang mengikuti Bali Marathon 2016. Ketika saya mulai serius menekuni olahraga lari ini saya tidak pernah berpikir bisa mengikuti salah satu World Major Marathon. Tapi ternyata saya diberikan kesempatan untuk bisa berlari di sini.

Tokyo Marathon adalah marathon pertama dalam satu seri World Major Marathon alias maraton wajib dunia. Tokyo Marathon sendiri sudah digelar sejak tahun 2007 dan setiap bulan Februari. Dan ini merupakan satu-satunya WMM di Asia dan sangat populer.

Untuk bisa berlari di Tokyo Marathon ini saya harus mengadu peruntungan karena slot race ini diundi. Alhamdulillah saya beruntung bisa mendapatkan slot tersebut. Dan keberuntungan itupun karena saat Bali Marathon 2017, teman saya Haslan berkata jika dia sudah mendaftarkan diri di Tokyo Marathon.

Sebenarnya saya sudah membeli tiket ke Hongkong untuk mengikuti Hongkong Marathon, namun ternyata di Hongkong, pendaftarannya juga diundi. Akhirnya mengikuti saran teman, saya memutuskan untuk mendaftarkan diri di Tokyo Marathon. Ternyata saat pengumuman saya medapatkan slot kedua marathon tersebut.

Allah memberikan kemudahan dan kesempatan kepada saya untuk bisa berlari di Tokyo Marathon ini. Saya beruntung bersama 38 ribu pelari dari seluruh dunia bisa mendapatkan slot race yang sebelumnya harus diundi terlebih dahulu ini.

Tokyo Marathon Expo 2018

Saya tiba di Jepang pada 21 Februari 2018, saya masuk melalui Kansai Airport. Saya sengaja datang lebih awal karena saya bisa istirahat yang cukup dan menyesuaikan diri dengan udara dingin di Jepang.  Apalagi sebagai pelari udara tropis yang berlari di cuaca 30-34 derajat Celcius tentu menjadi tantangan tersendiri.

Jumat sore saya menuju Tokyo dari Kyoto dengan menggunakan Shinkansen. Tiba di Tokyo Station, tujuan pertama adalah menuju Tokyo Big Sight tempat pengambilan nomor BIB dan race pack sekaligus penyelenggaraan Tokyo Marathon Expo 2018. Karena sudah malam, saya tidak bisa foto-foto di bagian luar gedung Tokyo Big Sight.

Hanya pelari yang bisa masuk ke area pengambilan nomor, tertera keterangan untuk pengambilan racepack. Setelah pemasangan gelang Tokyo Marathon 2018, saya langsung melakukan sesi foto. Gelang dan foto ini merupakan penanda peserta yang bisa mengikuti Tokyo Marathon 2018 adalah yang tertera sehingga tidak bisa diwakilkan.

Meski datang sendirian, namun seluruh panitia begitu ramah bahkan mereka mengajak saya untuk berfoto bersama setelah melakukan sesi foto. Usai mendapatkan seluruh racepack, saya pun menyempatkan foto-foto dan melihat penyelenggaraan Tokyo Marathon dari pertama hingga 2018.

Disisi lain tercantum seluruh peserta Tokyo Marathon 2018. Ayo coba cari nama saya disini.

Setelah menyelesaikan dan merapikan barang bawaan saya langsung menuju Tokyo Marathon Expo untuk para peserta. Jadi hanya peserta, sponsor pendukung dan panitia yang berada di dalam kawasan tersebut.  Saya singgah di beberapa booth sponsor pendukung, mulai dari Salonpas, Seiko hingga Pocari Sweat.

Selama saya di Jepang, mulai dari Osaka, Kyoto hingga di Tokyo ini, saya bertemu dengan orang Jepang yang bisa berbahasa Indonesia. Seperti Ayano, panitia Tokyo Marathon ini bisa berbahasa Indonesia. Ayano baru belajar bahasa Indonesia kurang dari satu bulan dan hanya belajar dari Youtube.

Saya tidak melewatkan kesempatan untuk foto-foto, apalagi para panitia dengan sigap membantu menolong saya untuk mengambil foto saya.

Tokyo Marathon Week 2018

Satu bulan sebelum pelaksanaan Tokyo Marathon 2018 ini ada email yang masuk agar saya mendaftar Tokyo Marathon Week 2018. Event ini parade pengenalan negara peserta, lokasi finish, serta jalan yang akan dilintasi oleh pelari. Karena gratis saya pun mendaftarkan diri, tidak lupa saya daftarkan para pendamping saya seperti Cek Maria, Yuk Leni dan Bang Rian.

Lagi-lagi sistem undian berlaku disini. Beruntungnya saya mendapatkan dan bisa mengikuti Tokyo Marathon Week 2018. Para pendamping saya pun senang karena mendapatkan merchandise Tokyo Marathon Week 2018 mulai dari sarung tangan hingga handuk.

Disini saya bertemu dengan mas Agus dan istrinya yang juga ikut Tokyo Marathon Week 2018. Mas Agus sendiri akan ikut berlari di Tokyo Marathon sedangkan istrinya menjadi tim cheering bagi suaminya.

Tokyo Marathon 2018

Hari – H yang paling dinantikan itu tiba. Saya bersama 36 ribu pelari dari seluruh dunia berlari melintasi kota Tokyo. Meski suhu udara sekitar 3-5°C dengan tidak ada matahari, mendung dan berangin sepanjang race, tidak menyurutkan langkah kami untuk terus berlari. Tapi Tokyo Marathon 2018 ini luar biasa, seluruh jalan penuh dengan pelari dan masyarakat Tokyo yang memberikan dukungan.

Euforia tidak hanya dirasakan pelari tapi juga masyarakat Tokyo. Mereka memberikan cheering sepanjang jalan hingga garis finish. Jalanan tidak hanya dipenuhi dengan pelari namun di sisi kiri-kanan jalan juga dipenuhi masyarakat Tokyo dan pendukung pelari yang selalu memberikan semangat kepada pelari untuk menyelesaikan race.

Saya terus berlari dan menguatkan diri untuk menyelesaikan 42km ini. Saya bersyukur untuk semua kilometer yang sudah dilalui. Saya tersenyum dan bahagia teringat semua perjuangan, usaha, support dan doa dari semua baik keluarga, teman-teman dan sponsor.

Terima kasih Ya Allah sudah menyertai saya untuk bisa masuk garis finish Tokyo Marathon 2018 ini.

Terima kasih banyak untuk semua support @trijeesportswear @hitop17 , teman-teman, keluarga, Ibu tersayang, terima kasih untuk doa yang Ibu berikan ???, masyarakat Tokyo, panitia Tokyo Marathon yang sudah mendukung saya hingga bisa menyelesaikan Tokyo Marathon 2018 .

Ternyata memiliki semangat saja tidak cukup butuh latihan, kerja keras, disiplin, motivasi dan berdo’a untuk bisa finish di Tokyo Marathon 2018. Saya masih harus banyak berlatih, memperbaiki teknik berlari, endurance, strength dan masih banyak lagi.

Suatu saat saya ingin berlari lagi di Tokyo Marathon tapi dengan persiapan yang lebih baik, latihan yang lebih serius agar bisa berlari dengan baik dan bisa mendapatkan personal best juga.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar