Mudik… hmmmm hingga saat ini, kata yang satu ini mungkin belum pernah aku alami. Kata orang MUDIK itu nikmat, entah apa kenikmatan dari bermudik itu sendiri, aku pun belum pernah merasakannya. Kenapa aku belum pernah mudik, aku lahir dan dibesarkan di Palembang.

Kedua orangtuaku semuanya ada di Palembang, termasuk keluarga besar kami, hanya beberapa saja yang tinggal di luar Palembang, seperti 3 tanteku (adik Ayah) yang tinggal di Batam, serta adikku yang baru pulang mudik dari Jakarta.

Kata mereka nikmat banget bisa berkumpul dengan orang yang dicintai di hari yang penuh fitrah itu. Apalagi karena sudah lama tidak pernah bertemu, membuat kerinduan pun membuncah. Tidak kaya tidak miskin semua ikut dalam tradisi mudik ini.

Silaturahmi di hari penuh kemenangan memang nikmat tak terlupakan. Itulah kenapa banyak orang melakukan hal ini. Biasanya mereka ketika pulang mudik ingin membuktikan jika mereka telah berhasil, tidak hanya kepada keluarga saja namun juga masyarakat dan teman – teman mereka.

Setidaknya hampir 25 juta penduduk Indonesia melakukan mudik di hari raya Idul Fitri. Tradisi pulang kampung ini memang ditunggu dan dinantikan bagi mereka yang jauh dari keluarga. Sebelum ada larangan mudik menggunakan motor, kendaraan roda dua ini selalu menjadi andalan mudik, selain irit tapi juga lebih cepat. Namun faktor keamanan dan keselamatan membuat Pemerintah memberikan larangan.

Mudik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum baik itu bis, kereta api kapal laut ataupun pesawat terbang tetap harus mengutamakan keselamatan karena siapa yang ingin berlebaran di Rumah Sakit atau malah tidak di dunia fana ini lagi.

Memang angka kecelakaan pun akan semakin meningkat pada pekan mudik lebaran seperti saat ini, lihat saja kecelakaan yang menewaskan 5 TKW  ataupun kisah sedih lainnya dari Mudik. Jadi bagi yang mau mudik utamakan keselamatan, jika mengantuk menepilah dan tidur. Jika lapar segera isi perut dan harap menahan emosi dan lebih berhati – hati.

Ok deh buat yang mudik selamat mudik aja , tetap jaga kesehatan, keselamatan dan keamanan.

Written by

suzannita

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers