Lifestyle,  Review,  Review Buku,  Review Film

Lima Buku Yang Difilmkan Pilihan

Sharing is caring!

 

Sebagai pembaca buku saya sangat senang saat buku favorite saya difilmkan. Saya sendiri suka membayangkan adegan saat membaca novel. Hanya saja tidak semua  berhasil menggambarkan karakter dalam novel termasuk setting cerita novel dituangkan ke dalam film.

Saya merasa bersyukur dan bahagia saat buku favorite saya berhasil difilmkan, bahkan tidak hanya novel yang menjadi best seller namunya filmnya menjadi box office. Berikut lima buku favorite saya yang sukses difilmkan:

1. Harry Potter

Novel yang ditulis oleh J. K. Rowling ini sudah menyihir saya sejak pertama kali membacanya pada September 2000. Kisah Harry Potter bersama sahabatnya, Ronald Bilius Weasley dan Hermione Jane Granger di Sekolah Sihir Hogwarts. Adegan-adegan yang saya bayangkan selama membaca novel fiksi tersebut berhasil tertuang dalam film. Setting tempat yang sesuai dalam imagi. Saya pun tidak melewatkan satu buku dan film pun, agar saya bisa membandingkan imaginasi saat Harry berusaha mengalahkan Lord Voldemort, yang berambisi jadi makhluk abadi dan menundukkan dunia sihir termasuk agar orang-orang non penyihir tunduk kepadanya. Voldemort pun tidak segan menghabisi siapapun termasuk Harry Potter.

 

2. Lord of The Ring

Film The Lord of the Rings diadaptasi dari novel The Lord of the Rings oleh J. R. R. Tolkien. Saya sendiri membaca bukunya dengan seksama. Kenapa saya menyukai novel fantasy karena saya seolah diajak masuk kedalamnya dengan imagi saya. Sang sutradara Peter Jackson  berhasil membawa novel yang bercerita tentang kisah Hobbit, Elf dan penyihir ini difilmkan dan masuk box office.

3. The Twilight Saga

Karakter Vampire seolah sudah merasuk dalam benak saya. Karena saya menyukai film Vampire. Sehingga kisah percintaan Vampire dan manusia dalam roman The Twilight Saga ikut menjadi favorite saya. Novel karya Stephenie Meyer ini pun difilmkan dengan dibintangi Kristen Stewart, Robert Pattinson, dan Taylor Lautner akhirnya membawa imaginasi saya terbuai didalamnya. Bahkan saya memiliki impian pesta pernikahan seperti di dalam film tersebut.

4. Eat, Pray, Love  

Awalnya saya pertama kali membaca buku Eat Pray Love yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Karena merasa tidak puas saya pun membeli buku Eat Pray Love edisi bahasa Inggris. Saya pun merasa bahagia saat Eat Pray Love difilmkan.  Saya begitu menikmati novel karya Elizabeth Gilbert menjadi film. Apalagi Julia Roberts membawa saya langsung menuju imaginasi saya di New York, Napoli, Pataudi, dan Bali.

5. Laskar Pelangi

Novel pertama Andrea Hirata ini penuh dengan mimpi-mimpi saya. Sejak novel ini dirilis pada tahun 2005. Saya seolah diajak langsung melihat semangat 10 anak Belitong yang sekolah di SD  Muhammadiyah Belitung. Meski penuh keterbatasan mereka tetap berjuang menunjukkan jika mereka juga berprestasi.

Saat film Laskar Pelangi rilis pada 26 September 2008, sang sutradara Riri Riza berhasil mengartikan imaginasi saya. Saya pun seolah membaca novel saat menonton film Laskar Pelangi tersebut.

Kalau kalian sendiri, buku apa saja yang menjadi favorite?

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar