Singapura,  Travelling

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura

Sharing is caring!

Kampong Glam adalah permata sejarah keislaman di Singapura. Nama kawasan historis ini berasal dari Pohom Gelam. Jika anda berkunjung ke Singapura tak ada salahnya berkunjung ke kawasan ini yang sudah ditetapkan sebagai  National Herritage oleh Pemerintah Singapura.

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Jurnal Suzannita

Untuk menuju kawasan ini kita bisa naik MRT dan turun di stasiun MRT Bugis. Disini terdapat pusat perbelanjaan Bugis Junction, Bugis Street Market, dan Kampong Glam. Di kampong Glam berdiri deretan ruko konservasi yang berwarna warni.

Masjid Sultan

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Jurnal Suzannita

Saksi jejak syiar Islam di Singapura berdiri tegak di Muscat Street. Masjid Sultan atau Sultan Mosque. Konon berdasarkan sejarah masjid ini memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Indonesia. Awalnya Masjid Sultan Singapura ber-arsitektur Indonesia dengan atap Limas karena memang masjid ini dibangun oleh masyarakat muslim Jawa. Bahkan masjid ini juga menjadi tempat tinggal awal masyarakat Indonesia di Singapura.

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Jurnal Suzannita

Masjid ini dibangun pertama kali tahun 1826 dan direstorasi pada 1928 dibangun kembali menjadi seperti sekarang dan akhirnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan menjadi produk pariwisata oleh Singapura. Bahkan Pangeran Arab Saudi ikut menyumbang karpet yang didatangkan langsung dari negerinya. Seperti masjid pada umumnya, di masjid ini juga memiliki aturan berpakaian khusus. Jika tidak berpakaian yang tertutup, tersedia jubah yang bisa dipakai oleh pengunjung.

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Jurnal Suzannita

Di masjid ini juga selalu ada kegiatan, bahkan pada akhir pekan, liburan sekolah dan terutama pada bulan Ramadhan. Kawasan ini sangat ramai dengan aktivitas Ramadhan, tradisi iftar (berbuka puasa) hingga aneka kios yang menjual berbagai makanan khas Ramadhan. Tentu saja hal itu membuat kita seolah-olah bukan berada di Singapura.

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Jurnal Suzannita

Aneka Galeri dan Makanan

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Jurnal Suzannita

Dari Masjid Sultan, kita bisa melanjutkan jalan-jalan ke Bussorah street disini berjejer deretan ruko yang menjadi galeri aneka jenis produk mulai dari pakaian, tekstil, karpet, barang antik, kerajinan tangan hingga souvenir dan aneka jenis permainan tradisional seperti congkak.

Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Kampong Glam, Jejak Syiar Islam di Singapura, Jurnal Suzannita

Setelah puas jalan-jalan, tak ada salahnya mencoba aneka jenis makanan dari berbagai negeri ini mulai dari makanan Turki, Arab hingga restoran Padang pun tersedia menjadi pilihan kita bersantap.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com