Review,  Review Film

Inception "Batas antara Mimpi dan Kenyataan"

Sharing is caring!

Apakah anda pernah merasakan mimpi, dan tersadar ternyata anda masih bermimpi. Hmmm… seperti itulah ketika menonton Inception . Seperti merasakan dejavu saat menonton film ini.

Memang tidak banyak film yang memainkan emosi dan perasaan. Namun lebih jarang lagi melihat film yang memainkan pikiran, dan Inception adalah salah satunya.

Film ini kembali menampilkan kepiawaian akting dari  Leonardo di Caprio, setelah sebelumnya bermain di Shutter Island, yang memang hampir sejenis karakternya.

Film ini masuk dalam kategori berat, bahkan adikku pun tertidur karena terlalu lelah untuk menonton film ini. Tapi bagi sebagian orang, film ini layak mendapat acungan jempol.

Leonardo bermain sebagai Dom Cobb, seorang yang mempunyai kemampuan memasuki alam mimpi orang lain, dan mencuri hal-hal seperti pikiran, memori, dan ide orang lain.

Namun kali ini Dom dihadapi pada kasus yang lebih sulit, dia harus menanamkan ide pada benak target. Dan lagi-lagi Dom punya masalah emosi dengan istrinya, lho?? Lagi-lagi mirip dengan Shutter Island.

Tapi biar bagaimanapun juga saya harus angkat jempol untuk film dengan konsep dan ide yang luar biasa ini. Dan cukup menarik juga melihat akhir film ini di mana kita sebagai penonton diberikan keleluasaan untuk menentukan akhir cerita dengan satu hal yang begitu kecil dan simple.

Christopher Nolan yang juga merupakan penulis cerita film ini adalah yang mensukseskan film The Dark Night. Benar-benar seorang penulis dengan tema film yang berat. Harap berpikir dengan kuat saat menonton film ini.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar