DIY/Crafts,  Malaysia,  Travelling

Berkaca dari Singapore Sport School

Sharing is caring!

Banyak pelajaran dari hasil perjalanan ke Singapura kali ini. Perjalanan ini sendiri adalah bagian dari hadiah untuk keikut sertaan dalam Sekolah Jurnalisme Indonesia.

Bersama Pemprov Sumsel, Koni Sumsel dan insan media di Sumsel kami berkesempatan mengunjungi Singapore Sport School. Hasilnya banyak Pe – eR bagi Pemprov Sumsel jika ingin serius mengelola Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya termasuk meningkatkan prestasi dari seklah tersebut.

Jika berkaca dari Singapore Sport School mulai dari pengelolaan hingga prestasi yang telah menelurkan atlet berprestasi baik nasional maupun internasional meski baru berusia 6 tahun.

Singapore Sports School adalah sekolah independen khusus di Singapura  diprakarsai oleh Departemen Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga (MCYS), dan dan ditujukan pada atlet remaja yang berbakat dalam olahraga.

Mrs. Deborah Tan (Principal SSS)

Sekolah dengan luas area 7 hektar ini secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri Goh Chok Tong pada tanggal 2 April 2004. Sekolah ini memiliki Akademi Ilmu Olah Raga, satu-satunya di Singapura. Staf-nya terdiri dari biomechanist, ahli fisiologi olahraga, psikolog olahraga, tiga ahli fisioterapi, dua pelatih fisik  dan ahli gizi.

Mr. Basri (Pelatih Badminton asal Indonesia)
Uniknya setiap murid di sekolah ini belajar sesuai ruang kelas, karena setiap mata pelajaran akan diambil di kelas berbeda, dan hanya  20-25 siswa dalam satu kelas.
kelas Geografi

Disini terdapat laboratorium sains, perpustakaan, ruang laboratorium khusus dan house music dan tiga blok perumahan bagi siswa dan staf. 700-seater auditorium,  dua kolam renang standar olimpiade,  12-lane bowling, pusat pelatihan olahraga,  10 lapangan indoor bulutangkis, tenis meja hingga  menampung 32 meja,   8 jalur atletik karet sintetis, lapangan sepak bola, hingga fasilitas ruang makan dan laundry.

Proses rekrutmen di sekolah ini, dilakukan secara terbuka untuk seluruh siswa di Singapura (tak tertutup kemungkinan dari luar Singapura), sesuai dengan cabang olahraga yang diminati. Setelah itu diseleksi secara akademik, selektif dan ilmiah.

Sebenarnya sekolah ini mengadopsi kurikulum dari beberapa sekolah olahraga di Cina, Malaysia dan juga dari Ragunan Indonesia, untuk program-program tertentu.

Tidak kalah dengan sekolah umum, di SSS juga menggunakan silabus pendidikan yang sama dengan sekolah formal lainnya. Sehingga para siswa juga siap untuk mengikuti ujian akhir pada tiap tingkat pendidikannya sesuai peraturan di Singapura. SSS juga melakukan sistem pembelajaran online.

Soal seleksi siswa, sedikit SSS berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sebab ada satu sesi dimana para calon siswa harus mempresentasikan rencana mereka di bidang olahraga dan prestasi yang ingin dicapai.

Dan yang menarik adalah misi mereka yakni Learned Champions with Character, yakni mendidik dan menciptakan para juara yang memiliki karater.

Karakter diperlukan oleh seorang juara. Juara tanpa karakter, dia akan terombang-ambing tak tentu tujuan. Namun karakter akan memperlancar sang juara untuk menembus kejuaraan satu dan berikutnya. Dan tentunya karakter akan membikin seseorang siap menjadi juara.

SSS mengaplikasikan antara dua perspektif tentang olahraga yakni baik sebagai praktik sosial (social practices) atau kelembagaan sosial (social institution). Sebagai praktik sosial, siswa akan belajar banyak tentang nilai-nilai olahraga, melalui interaksi yang dinamis selama latihan dan bertanding. Dalam upaya meningkatkan prestasi, para siswa akan mengalami proses kooperatif dan konflik dengan rekan dan pelatih, berasosiasi dengan kelompok lain. Kemenangan dan kekalahan akan menjadi pelajaran berharga bagi sang atlet dalam pengembangan kepribadiannya.

Sebagai kelembagaan sosial, para siswa yang menjadi atlet nantinya bisa menjadi atlet yang terkenal bahkan kaya dan populer. Sehingga mereka bisa memiliki status sosial yang tinggi. Untuk itu SSS juga memberikan bekal para siswa dengan hal yang tak berkaitan dengan olahraga yang bakal membentuk karakternya nanti.

Mengingat Sumsel akan menjadi tuan rumah Sea Games ke 26, 2011 mendatang tentunya  akan menjadi perhatian khusus  selesai dari pelaksanaan even bergengsi tersebut. Sumsel harus memaksimalkan pemanfaatan venues olahraga.

Sumsel harus mencontoh keseriusan masyarakat Singapura karena olahraga sangat penting dan bisa menaikkan nama negara. Sehingga jika Sumsel ingin berhasil layak mencontoh Singapura. Sumsel harus berbuat seperti yang dilakukan Singapura.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar