Runtuh semua tembok yang kubangun

Tembok Keangkuhan

Tembok Keegoisan

Tembok Kemunafikan

Tak ada yang lagi bersisa

Semua itu menjadi sia-sia

Bertahun – tahun aku menatanya

Menjaga dan merawatnya

Inginku menjadi tegar dan kuat

Seperti karang di lautan

Tapi sayang , ku tak dapat

Aku rapuh dan lemah

Aagggrrhhhhh…

Dimana semua itu

Keadilan yang harusnya milikku

Kekuatan yang menopangku

Mencoba bangkit dan berdiri

Dengan sisa tenaga dan asa di hati

Semoga aku masih memeluk impian ini

Dan mewujudkan keinginan terbesar hati

Written by

suzannita

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers