Review Buku Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah

Tentang Buku “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah” karya Tere Liye

Review buku “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah” karya Tere Liye yang membawa pembaca dalam petualangan yang penuh warna dan penuh makna.

Novel ini merupakan sebuah roman yang lengkap dengan kisah percintaan, persahabatan, dan juga makna kehidupan yang terkandung dalam setiap untaian kata.

Tere Liye selalu berhasil meramu cerita dengan bumbu intrik yang terkadang tak pernah terpikirkan sekalipun. Bahkan detil kehidupan Sungai Kapuas dan Pontianak yang mengajak pembaca seolah-olah melihat langsung drama di novel setebal 512 halaman ini.

Petualangan Hidup Borno

Dalam novel ini, kita mengikuti perjalanan hidup seorang pemuda bernama Borno, yang mencari jati diri dan jawaban dari kehidupan yang dijalaninya.

Dari masa kecil yang penuh kebahagiaan hingga kehidupan dewasa yang penuh dengan lika-liku dan ujian, pembaca diajak untuk merasakan berbagai emosi yang dialami Borno dalam menjalani hidupnya.

Penuh Makna dan Hikmah

Melalui kisah Borno, Tere Liye menghadirkan pesan-pesan tentang cinta, kebahagiaan, persahabatan, dan arti kehidupan.

Dari kehilangan yang mendalam hingga perjuangan untuk meraih impian, setiap hal yang dialami oleh Borno mengajarkan kita tentang ketabahan, keikhlasan, dan pentingnya menjalani hidup dengan penuh semangat.

Karakter yang Kuat dan Realistis

Salah satu kekuatan novel ini adalah karakter-karakter yang kuat dan realistis. Dari Borno yang penuh semangat dan tekad, hingga tokoh-tokoh pendukung seperti Pak Tua, Andi, Mei, dan Sarah, setiap karakter memiliki peran yang penting dalam mengembangkan alur cerita dan menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam novel ini.

Setting yang Memikat

Tere Liye berhasil menciptakan setting yang memikat dalam novel ini. Dari Sungai Kapuas yang mempesona hingga kota Pontianak yang hidup, pembaca dibawa untuk merasakan atmosfer yang autentik dan memikat dari tempat-tempat yang digambarkan dalam cerita.

Kisah Cinta yang Mengharukan

Roman dalam novel ini juga menghadirkan kisah cinta yang mengharukan dan memikat hati pembaca. Dari pertemuan yang tak terduga hingga perjuangan untuk mempertahankan cinta, kisah cinta Borno dan Mei berhasil menyentuh hati pembaca dan membuat mereka terus ingin mengikuti perjalanan kisah mereka.

Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah

Judul Buku : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Hal : 512 Halaman
Harga : Rp. 72.000,-
ISBN : 978-979-22-79139
My rating :5 of 5 stars

“Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya.”

Kesimpulan

Review buku “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah” adalah karya yang memikat dan menginspirasi.

Dengan alur cerita yang menarik, karakter-karakter yang kuat, dan pesan-pesan yang mendalam, novel ini layak dijadikan bacaan bagi siapa pun yang mencari cerita yang penuh makna dan emosi.

Tere Liye sekali lagi membuktikan kepiawaiannya dalam meramu cerita yang memukau dan meninggalkan kesan mendalam bagi para pembaca.

“Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya.”

Kata-kata di novel ini memang membiusku, membawaku hanyut bersama derasnya setiap huruf yang terbaca, memberiku hentakan di hati, dan memaksaku mataku tak henti meneteskan air mata.

Tere Liye selalu berhasil membuat rangkaian jalan cerita yang ringan dan mengalir. Walau sederhana membaca novel ini seperti menonton sebuah film tentang Kapuas dan Pontianak lengkap dengan kehidupannya, percintaan, persahabatan dan arti kehidupan.

Tere Liye mengajak kita untuk memaknai sebuah arti cinta yang sederhana, mengikhlaskan hati dan tetap tidak melupakan akar dari mana kita berasal.

Meski masa lalu itu penting karena selalu mengingatkan kita, namun yang lebih terpenting adalah masa depan yang penuh kebahagiaan dengan ikhlas memaafkan dan menerima segalanya apa adanya.

View all my reviews

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com