Review Buku

Review Buku Belajar Lebih Bijak

Sharing is caring!

Review Buku Belajar Lebih Bijak
Buku Belajar Lebih Bijak

Judul Buku : Belajar Lebih Bijak : Sebuah Catatan Tentang Pelajaran Kehidupan

Penulis : Suzannita
Penerbit : Tsurayya
Jumlah Halaman : 156 Halaman
Harga : Rp. 45.000

My rating: 5 of 5 stars

Alhamdulillah akhirnya buku perdana saya terbit juga, saya kasih rating 5 karena ini buku saya, meskipun masih banyak kekurangan disana sini, mohon bantuannya dan dukungannya serta kritikannya terima kasih atas semua perhatian teman-teman sekalian yang sudah membaca buku ini.

Buku ini terdiri 6 bagian bijak dengan 20 pelajaran. Setiap kisah memberikan pelajaran tersendiri bagi penulis tentang memaknai arti kehidupan, bagaimana arti keikhlasan, pengorbanan, kejujuran serta kesetiaan dan memaknai kebahagiaan dari orang-orang sederhana di buku ini.

Namun meski berekonomi menengah ke bawah namun para tokoh di buku ini, mulai dari Mama Rama si penjual kemplang, pak Abu penjual buku bekas, pak Ahmad pedagang minyak tanah keliling maupun Abah Yusuf si pemangkas rambut hingga dari Alan, anak kecil yang berhasil menampar penulis dengan sikapnya, dengan kesabarannya serta dengan keikhalasannya berjuang demi meraih mimpinya.

Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayang, lebih banyak orang yang menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari.

Mereka tak mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Allah SWT sangat mengetahui kemampuan kita masing-masing. Ia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya.

Dan semua hal yang kita hadapi tersebut adalah bentuk pembelajaran bagi kehidupan kita agar mampu menjadi menjadi pribadi yang lebih bijak.

Hidup adalah anugerah, jalani dan nikmatilah, bersyukurlah dengan setiap hal yang kau dapatkan. Nikmatilah setiap saat dalam hidupmu, karena hidup hanya satu kali dan tidak akan terulang lagi

Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. —- QS. Ibrahim:8.

Saya pun bertanya kepada pak Abu, “Pak, apa makna kebahagiaan bagi bapak?” .

“Kebahagiaan hanya akan dirasakan oleh orang yg memiliki sikap selalu bersyukur. Tanpa sikap tersebut, seseorang tidak akan pernah merasakan bahagia meski pun telah memiliki segalanya” jawab pak Abu.

Subhanallah, jawaban pak Abu sungguh menyentuh di hati. Dari lelaki sederhana itu, saya belajar tentang mengucap syukur.

Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” —QS. Ar-Rahman 38.

Penulis tidak hendak menggurui dalam buku yang ditulisnya namun lebih berbagi bagaimana kita mensyukuri apa yang telah diterima, didapatkan saat ini. Terkadang kita terlalu mendongak keatas sehingga tidak pernah melihat kebawah. Selayaknya kita bisa melihat ke bawah dan lebih bijak serta rendah hati dalam hidup dengan terus memegang prinsip kejujuran, keikhlasan, kesetiaan dan berani berkorban agar kita bisa memaknai kebahagiaan hakiki.

Untuk pemesanan bisa langsung ke penulis via email ya atau langsung ke nulisbuku.com ya

View all my reviews

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar