Di zaman kerajaan Sriwijaya ada wilayah yang sangat terkenal dan sangat indah. Bukit Siguntang yang berada di kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang ini konon menjadi tempat terindah di Palembang. Bukit Siguntang di zamannya menjadi tempat pertapaan dan ibadah bagi keluarga kerajaan. Hingga kini Bukit Siguntang masih dipercaya sebagai tempat sakral yang menyimpan sejuta cerita dan bukti sejarah.
Bagi pecinta sejarah, objek wisata situs arkeologi Bukit Siguntang bisa menjadi destinasi menarik karena banyak pelajaran yang merupakan jejak sejarah peninggalan kerajaan Sriwijaya. Di bukit dengan ketinggian 29-30 meter dari permukaan laut ini, banyak masyarakat yang masih melakukan ritual dan berziarah di makam para bangsawan kerajaan Sriwijaya.
Pengunjung bisa menuju jalan setapak dan nantinya akan tiba di puncak bukit. Kawasan ini merupakan titik tertinggi di Kota Pelembang yang sangat rindang dengan pepohonan. Saat tiba di puncak bukit, para pengujung bisa melihat makam-makam raja, bangsawan Melayu-Sriwijaya.
Ada tujuh makam di Bukit Siguntang yang hingga saat ini masih sering dikunjungi baik untuk berziarah ataupun melakukan ritual. Ada yang percaya jika mengunjungi makam-makam tersebut akan mendapatkan kecantikan, kegagahan ataupun kemahsyuran layaknya para raja, putri dan pahlawan zaman Sriwijaya.
Makam-makam di Bukit Siguntang ini hingga kini masih pro dan kontra jika di dalamnya benar-benar ada orang yang dimaksud. Selain itu, di setiap makam dibuatkan rumah yang melindungi makam tersebut. Saat tiba di puncak bukit, pengunjung disambut oleh makam Panglima Tuan Djundjungan, seorang ulama dari negeri Arab yang datang ke Swarnadwipa untuk menyiarkan agama Islam.
Setelah itu disisi kanan terdapat makam Radja Sigentar Alam, Raja yang aslinya bernama Iskandar Zulkarnain Alamsyah ini ternyata berasal dari Kerajaan Mataram dan berhasil menaklukkan hampir seluruh wilayah Sumatera hingga Johor dan Malaka, Malaysia.
Ada makam putri tercantik di zaman Sriwijaya yakni Putri Kembang Dadar yang aslinya bernama Putri Bunga Melur. Banyak yang menganggap kecantikannya karena Putri Kembang Dadar berasal dari keluarga khayangan. Bahkan hingga kini masih banyak yang datang ke makam Putri Kembang Dadar untuk meminta kecantikan.
Selain itu ada juga makam Putri Rambut Selako atau Putri Damar Kencana Wungsu yang konon merupakan anak Prabu Prawijaya dari Keraton Yogyakarta. Berdampingan dengan makam Putri Rambut Selako, ada makam Pangeran Radja Batu Api yang menyiarkan agama Islam di bumi Sriwijaya.
Di Bukit Siguntang ini juga terdapat makam Panglima Bagus Kuning berasal dari Mataram, pengawal dari Radja Segentar Alam. Di samping makamnya, ada makam Panglima Bagus Karang, yang juga bertugas mengawal Radja Segentar Alam.
Cara ke Bukit Siguntang
Bagi yang ingin berkunjung ke Bukit Siguntang, caranya cukup mudah karena lokasi wisata ini berada di tengah Kota Palembang. Tidak hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi ataupun ojek, namun juga bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan kota jurusan Ampera-Bukit Besar (warna biru) yang langsung membawa ke Bukit Siguntang. Untuk masuk ke kawasan Bukit Siguntang, pengunjung diharuskan membayar Rp. 3000,- untuk dewasa dan Rp. 2000,- untuk anak-anak.
Pastikan membawa lotion anti nyamuk ya, sebagai antisipasi karena lokasinya yang rindang penuh dengan pepohonan. Karena terletak di pusat kota, tidak sulit untuk menemukan tempat makan makanan khas Palembang, seperti pempek ataupun pindang. Hingga mencari penginapan baik hotel maupun hostel.
Bahkan ditemukan bukti candi atau vihara di Bukit Siguntang yang semakin menguatkan jika Bukit Siguntang merupakan tempat sakral di zamannya. Situs yang diteliti oleh Badan Arkeolog ini kini ditutup kembali, untuk melindungi keberadaan situs tersebut. Para pengunjung yang datang juga bisa bersepeda mengelilingi kompleks Bukit Siguntang loh. Ayo, sudah siap menjelajahi keindahan Bukit Siguntang.