Berbesar Hati dan Berjiwa Besar

foto-suzan

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, begitu nasihat yang sering kali diucapkan seseorang yang sedang mengalami kegagalan. Maksudnya sih pasti untuk memberikan semangat kalau kegagalan bukanlah kiamat atau akhir dari segalanya.

Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Entah itu gagal dalam urusan cinta, patah hati, gagal dalam rumah tangga, gagal dalam kuliah atau gagal dalam pekerjaan.

Untuk urusan gagal, diriku juga pernah merasakan gagal dalam bercinta, patah hati sampai-sampai kehilangan seorang sahabat. Gagal dalam urusan prestasi juga pernah, PON XVI 2008 yang kupikirkan bisa menjadi puncak prestasi di Taekwondo, malah gagal tidak dapat satu medali pun.

Tahun 2005 yang kupikirkan bisa menikah , malah berpisah dengan masa lalu dan akhirnya aku memutuskannya tahun 2007. Ha… tidak ada yang begitu menyakitkan ketika apa yang kita impikan tidak tercapai.

Sebenarnya itu pertanda kita harus mencari lagi prestasi yang lain, pendamping hidup yang lain juga. Bahkan saat menjalankan bisnis pun demikian ketika adik kandungku memutuskan untuk tidak menjalankan bisnis dengan diriku, dan lebih memilih orang lain. Aku harus berbesar hati dan berjiwa besar menerima semua itu.

Orang-orang besar yang terlihat bergelimang kesuksesan sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan di dalam hidup mereka.

Tidak ada sesuatu hal yang pasti akan terjadi di dunia ini. Tidak ada jaminan bahwa pekerjaan kita akan sukses. Tidak ada usaha kita berhasil. Tidak ada jaminan seseorang yang kita cintai, akan terus bersama kita. Contohnya saja Thomas Alfa Edison, yang berulang kali mengalami kegagalan. Tetapi kegagalan-kegagalan ini tidak memupuskan semangatnya untuk terus mencoba meraih apa yang ia harapkan.

Oleh karena itu, kita hanya dapat memanfaatkan peluang-peluang yang ada dihadapan kita. Apa pun peluang yang ingin kita ambil, kita harus dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan maksimal. Janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan yang telah kita pilih untuk dilaksanakan.

Tetapi ada beberapa kesempatan yang hanya datang sekali menghampiri kita. Seperti kesempatan untuk mengambil keputusan dalam hidup dan tentunya kita harus bertanggung jawab dengan pilihan kita.

Dalam menghadapi kesempatan semacam ini, kita haruslah bertindak maksimal dengan penuh perhitungan. Karena apabila kita gagal dalam menjalaninya, maka kita tidak akan pernah dapat memperbaiki kegagalan tersebut.

Kegagalan seperti inilah yang akan membuahkan penyesalan diri berlarut-larut, karena tidak ada jalan keluar untuk memperbaiki kegagalan yang telah kita perbuat. Sehingga kegagalan ini akan terus menghantui hidup kita dan kita akan terus merasakan dampak dari kegagalan ini.

Teman, semoga kita bisa mengambil keputusan yang terbaik dalam kehidupan kita, karena saat ini kita berpacu dengan waktu yang entah sampai kapan kita bisa terus ada di dunia ini.

Sebelum maut menjemput lakukan yang terbaik, gapai semua impian, untuk semua orang yang kita cintai karena mereka pantas mendapatkan yang terbaik, karena diri kita sangat berharga.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com