Hits: 190

Sudah cukup lama tulisan ini tertahan untuk dipublikasikan. Sebenarnya saya lupa alasannya apa? tapi kemungkinan karena kebetulan saya pada Mei 2010, saya sedang mengikuti Sekolah Jurnalisme Indonesia.

Dan akhirnya tergerak meneruskan tulisan ini setelah melihat ajang Miss Universe 2010 yang diikuti Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva. Alasannya kekecewaannya bukan hanya karena Puteri asal Aceh tersebut gagal meraih mahkota Miss Universe namun karena tidak fasih berbahasa Inggris.

Dalam rekaman video Youtube menampilkan Qory tak fasih berbahasa Inggris dalam sesi wawancara. Karena rekaman inilah Qory mendapat banyak kecaman keras yang menilai Qory tak layak menjadi Puteri Indonesia 2009 karena seorang Puteri harus memiliki 3B ” brain, beauty and behaviour atau kecantikan, kecerdasan dan kepribadian “.

Hal serupa juga pernah dilakukan Nadine Chandrawinata pada pemilihan Miss Universe tahun 2006.

Terlepas dari pengalaman Nadine dan Qory banyak pertanyaan, Kenapa mereka tidak memilih menggunakan bahasa Indonesia saja? Karena tidak semua peserta Miss Universe bisa berbahasa Inggris. Lihat saja Miss Meksiko yang terpilih sebagai Miss Universe 2010.

Bahkan, dalam sesi wawancara pun Miss Meksiko Jemina Navarette menggunakan jasa penerjemah. Sehingga untuk selanjutnya, kenapa tidak menggunakan jasa penerjemah karena memang bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita.

Apakah bangsa kita tidak cukup bangga untuk menggunakan bahasa Indonesia di ajang internasional? Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar bisa jadi akan lebih mengagumkan karena lebih akan menunjukkan identitas bangsa Indonesia.

Written by

suzannita

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers