Review,  Review Buku

Always, Laila Hanya Cinta Yang Bisa

Sharing is caring!

Karena melihat tumpukan buku yang udah sangat berantakan, dan karena ada teman yang mau pinjem buku, akhirnya aku pun membongkar seluruh buku – buku yang kumiliki. Setelah kususun, dan kurapikan berdasarkan karakter bukunya.

Akhirnya aku terpaku pada satu buku, Always, Laila Hanya Cinta Yang Bisa, buku karya Andi Eriawan ini memang menggugah diriku. Karena biasa alasan melow, sama seperti cerita hidupku, hanya saja , mantanku masih hidup. Dan kini ada seseorang yang telah mengisi hatiku.

Buku ini bercerita tentang seorang Laila, umur 25 tahun, memiliki segalanya. Hidup yang ringan, tak banyak masalah, punya pacar (Pram) yang selama 8 tahun menemani hari-hari bahagianya.

Sementara Pram – Phrameswara, sebaya dengan Laila, adalah sosok yang easy going, arsitek yang suka memasak, hingga memiliki kafe yang dinamakan Laila’s Café, karena sangat mencintai Laila. Sebagai orang Bandung, Pram tidak menyukai bioskop dan factory outlet (FO) yang banyak bertebaran di kota itu. Semula ia tidak mau mengambil profesi yang mendasari pendidikannya, tetapi keadaan berbalik ketika Laila memutuskan cintanya begitu saja. Pram lalu pindah ke Yogya, bekerja pada sebuah perusahaan properti.

Kisah Laila dan Pram sebenarnya sederhana. Dua kekasih yang serasi, sepakat untuk menikah. Tak ada yang tidak menyetujui niat keduanya, karena kedua keluarga telah saling mengenal dengan baik. Tetapi tatkala mendapati dirinya mengidap Carsinoma Ovarium, yang mengakibatkan kedua indung telurnya harus diangkat demi keselamatan hidupnya, niat menikah itu pupus. Laila telah membayangkan perkawinannya kelak akan gaduh dengan suara anak-anak, dan Pram pun meyakini Laila akan menjadi sitri dan ibu yang baik. Tetapi, apa artinya jika Laila tak bisa memiliki anak yang lahir dari rahimnya sendiri?

Tanpa diketahui Pram, Laila punya argumen sendiri tentang kenyataan hidupnya. Menurutnya, untuk waktu-waktu dekat Pram mungkin akan menerima kondisi tubuh Laila dan tidak menjadikannya masalah besar. Tetapi, bagaimana lima atau sepuluh tahun mendatang? Apalagi Pram anak tunggal yang tentu diharapkan memiliki anak sebagai penerus keluarga.

Karena tidak ingin mengorbankan Pram itulah, lantas Laila menarik diri menjauh dari Pram tanpa pernah menjelaskan alasannya. Sementara Pram tetap mengejarnya selama lebih dari empat bulan, sampai putus asa lalu memutuskan pindah ke Yogya.

Lalu, setelah memikirkan sekian lama, Laila berubah, ingin kembali kepada Pram, dan mengejarnya ke Yogya. Tetapi Pram keburu meninggal kejatuhan balok batu karena menyelamatkan seorang pekerjanya.

Memang sih terkadang kita menyadari orang yang menyayangi kita, itu setelah dia meninggalkan kita, makanya aku gak mau kehilangan orang yang aku sayangi, jadi aku lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada hatiku untuk menerima keadaan.

Karena sebenarnya kita tidak bisa menyamakan apa yang dipikirkan orang tentang kita. Jadi jangan pernah memposisikan diri kita dengan orang lain, karena hal tersebut tidak akan pernah bisa dan tidak akan pernah sama.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

13 Comments

  • eki

    hai salam kenal….

    aku juga tiba2 jadi inget Always Laila,,,lalu aku iseng ketik “always laila”,,eh ternyata byk bgd……

    ada byk bagian2 yg buat kita terasa kebawa…(my opinions sih…)

    pertama,,waktu pertama kali laila di ajak pram ke rumahnya..penggambaran suasana n waktunya dapet bgt di feel…..

    kedua,,waktu pram nyusul laila ke malaysia…….byk cerita mule dari pram minta uang jajan buat tambahan ke malaysia,,naruh cucian baju kotor bahkan saat di perjalanan ketemu Tunku ….(lupa namanya) waktu dipesawat….

    terakhir,,yg paling puncak….waktu laila menyusul ke Jogja,,mule dari melihat kantornya,,lukisan laila di ruangannya,,sampe dg dia mbaca surat pram dan akhirnya mencoba sepeda kumbangnya……….

    huuuuffhhh,,jujur,,buku Always Laila,,novel pertama yg kubaca,,dan passs bgt…..

    ok,,,thanks,,sudah ikut ngotorin halaman ini,,,walopun telat bgt dari postingnya…..hehehehehehe

  • VERA

    sumpah demi apapun…. aku dulu pas waktu baca ini masih SMA, itupun buku minjem dari teman aku… setelah 5 tahun berlalu, semua cerita yang ada di buku ini masih terekam di benakku seperti roll film yang sudah usang… tapi tetap jelas.. 😀 … kangen banget sama roomate-ku yang punya novel ini…….. alurnya yang maju mundur membuat aku ngk cepet bosan dan cenderung berfikir…..

  • Ullman Imam Ch.

    Next novel bang Andy Eriawan itu Love For Show…. rada2 mirip always laila, ada bumbu komedinya…. tapi karakter utamanya tetap hidup kog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar