Uncategorized

Refleksi May Day 2011

Sharing is caring!

Refleksi May Day 2011
Aksi Forum Pewarta Sumsel

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2011 bertepatan dengan hari Minggu. Apakah masih banyak teman-teman yang bekerja dan meninggalkan orang-orang  yang disayangi dan menghabiskan masa memenuhi kewajiban atas tanggung jawab yang diemban.

Tapi jauh diatas persoalan ini  hari Minggu dan masa yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga. Banyak persoalan kaum buruh yang kini belum tertuntaskan dengan baik dan adil bagi buruh.

Seperti tahun sebelumnya teman-teman yang tergabung dalam Forum Pewarta Sumsel hari ini, Minggu (01/05/2011) menggelar aksi May Day 2011 menuntut perubahan nasib kaum buruh. Karena masih banyaknya persoalan yang membelenggu kaum buruh.

FORUM PEWARTA SUMATERA SELATAN

Salam Perjuangan,

Memperingati hari buruh internasinal (May Day) yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, Forum Pewarta Sumsel yang terdiri dari berbagai media cetak dan elektronik di Kota Palembang menggelar aksi simpatis menuntut dipenuhinya hak-hak kaum buruh untuk meningkatkan kesejahteraan.

Jurnalis yang merupakan bagian dari buruh perlu berupaya terus memperjuangkan hak demi kehidupan yang lebih baik. Sebab saat ini kompleksitas persoalan yang dialami buruh pada umumnya yakni soal upah rendah, kurangnya perlindungan dan jaminan sosial, tak adanya tunjangan hari tua, hingga kebebasan berserikat dan sekelumit persoalan lainnya masih terjadi.

Berikut juga kekhawatiran munculnya praktek pemberangusan Serikat Pekerja (Union Busting) disejumlah industri media serta masih rendahnya upah dan kesejahteraan jurnalis di Indonesia. Masih banyak ditemukan jurnalis yang digaji di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Fenomena tren PHK massal bagi pekerja media massa terjadi skala nasional terjadi disamping konflik ketenagakerjaan aturan kerja sebagai imbas dari ketidakjelasan aturan kerja hingga masalah kesejahteraan bermunculan.

Disamping itu, dalam konteks perburuhan secara luas, fenomena konteks upah kerja yang rendah (termasuk yang dialami buruh tani di pedesaan) dan tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, ancaman PHK massal yang datang sewaktu-waktu, jam kerja yang panjang (buruh migrant), sistem kerja kontrak dan sistem outsourcing yang melemahkan posisi buruh, hingga dibatasinya aktivitas berorganisasi atau berserikat kembali mengemuka dan menjadi masalah utama bagi kaum buruh.

Sementara itu, dikalangan pekerja media, terjadi kekhawatiran munculnya praktek pemberangusan Serikat Pekerja (Union Busting) disejumlah industri media serta masih rendahnya upah dan kesejahteraan jurnalis di Indonesia. Masih banyak ditemukan jurnalis yang digaji di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP).

Fenomena tren PHK massal bagi pekerja media massa terjadi skala nasional terjadi disamping konflik ketenagakerjaan aturan kerja sebagai imbas dari ketidakjelasan aturan kerja hingga masalah kesejahteraan bermunculan.

Maka dari itu, Forum Pewarta Sumsel menyatakan,

1. Naikan Upah Sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak

2. Hentikan PHK dalam Bentuk Apapun

3. Hapuskan Sistem Kerja Kontrak dan Outsourching

4. Berikan Jaminan Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Berorganisasi

5. Pemenuhan jaminan sosial, kesehatan dan hari tua

Kordinator Aksi, Retno Palupi

Kordinator Lapangan, Haryanto

Selamat Hari Buruh Internasional, semoga perjuangan kita semua bisa menjadi langkah perubahan demi perbaikan nasib kaum buruh di Palembang, di Indonesia atau pun juga di dunia.

Karena hal yang menyakitkan ketika sesuatu yang baik harus berakhir, namun lebih sakit ketika kamu tahu bahwa kamu tak pernah jadi bagiannya. Ayo kita berjuang untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

Salam Perjuangan.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar