Indonesia,  Palembang,  Travelling

Ke Palembang Wajib Wisata Sungai Musi

Sharing is caring!

Palembang sejak zaman dulu dikenal dengan sebutan The Venice of the East atau Venisia dari Timur. JIka berbicara Venisia tentu yang terlintas dibenak kita adalah kota cantik di Italia dengan kanal-kanalnya.

Begitupun dengan Palembang yang sejak zaman dulu memiliki kanal-kanal cantik yang menghubungkan antar satu wilayah. Kanal atau sungai kecil ini sudah ada sejak zaman dahulu. Hal inilah yang membuat Belanda menyebut Palembang sebagai Venesia dari Timur. Hingga kini masih bisa ditemui kanal-kanal di beberapa sudut kota Palembang.

Palembang memiliki keunikan tersendiri karena sebagai kota tertua di Indonesia. Hingga kini kita masih bisa menyaksikan bangunan ataupun rumah di sepanjang sisi Sungai Musi. Pembangunan berkonsep water front city yang menghadap Sungai Musi ini menjadi salah satu hal menarik yang bisa kita saksikan.

Sungai Musi sejak dulu menjadi pusat peradaban masyarakat Bumi Sriwijaya, sebagai sumber kehidupan, Sungai Musi juga merupakan jalur transportasi utama dan pusat perdagangan masyarakat Palembang.

Jika berkunjung ke Palembang, pastikan untuk menikmati dan merasakan langsung wisata Sungai Musi. Wisata Sungai Musi adalah hal yang wajib dilakukan pelancong yang datang ke Palembang. Selain bisa berwisata air, pelancong yang datang juga bisa mengetahui sejarah dan budaya kebudayaan masyarakat Palembang.

Untuk menyusuri sungai terpanjang di Sumatera ini dengan jarak mencapai 750 km bisa menggunakan speed boat, perahu ketek ataupun bus air. Namun untuk lebih merasakan sensasi berbeda dari menyusuri Sungai Musi bisa menggunakan perahu ketek.

Saat menyusuri sungai terlebar di Indonesia ini, kita bisa melihat langsung rumah yang dibangun di sepanjang sungai Musi, rumah rakit, dan perahu ketek, speed boat hingga tongkang yang lalu lalang di Sungai Musi.

Ada banyak hal menarik yang pengujung bisa lihat dan kunjungi. Pasalnya ada banyak destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi di Sungai Musi. Sebut saja ada destinasi wisata yang paling terkenal di Sungai Musi adalah Pulau Kemaro.

Bahkan pengunjung juga bisa berwisata sejarah ke Kampung Arab sambil menikmati keindahan kampung Arab tertua di kawasan hilir Sungai Musi yang menjadi daya tarik tersendiri. Selain bisa berwisata sejarah, pengunjung bisa mengabadikan diri dengan foto-foto di kawasan tersebut. Apalagi seluruh bagian Kampung Arab ini begitu instagramable.

Tidak hanya Kampung Arab, pengunjung juga bisa menikmati keindahan dari Kampung Kapiten yang memiliki peninggalan rumah tua milik seorang saudagar asal Tiongkok yang menetap di Palembang dan ditunjuk menjadi Kapiten atau pemimpin untuk kawasan tersebut.

Sungai Musi telah menyatu dengan masyarakat Sumatera Selatan yang memanfaatkan keberadaan sungai sepanjang 750 km ini sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Sungai Musi pun membelah kota Palembang menjadi 2 dengan Jembatan Ampera yang berdiri di atas Palembang.

Sungai Musi hingga kini tetap dengan kesederhanaannya dari masa ke masa, airnya yang terus mengalir dari hulu sungai hingga hilir,  dengan 9 anak-anak sungai besar yang dikenal dengan sebutan Batang Hari Sembilan, yakni 9 sungai besar, yaitu Sungai Musi, Sungai Komering, Sungai Rawas, Sungai Leko, Sungai Lakitan, Sungai Kelingi, Sungai Lematang, Sungai Semangus, hingga Sungai Ogan.

Bagi Palembang, Sungai Musi adalah laut mereka karena hingga saat ini masyarakat Palembang tetap menyebut Sungai Musi adalah laut. Sungai Musi sendiri mengalir dari hulu Sungai di Kepahiang, Bengkulu melintasi Sumatera Selatan dan membelah Palembang menjadi dua bagian yakni kawasan Seberang Ilir dan Seberang Ulu hingga akhirnya membentuk delta di Sungsang, Banyuasin.

Dan banyak yang mempercayai jika sudah minum air sungai musi, akan kembali lagi ke Palembang. Mitos ini sendiri seolah menjadi magnet sehingga menarik banyak orang yang sudah berkunjung ke Palembang untuk datang kembali ke kota pempek.

Usai wisata sungai Musi, saatnya berwisata kuliner dan cukup mudah menemukan wisata kuliner di kawasan sungai Musi mulai dari warung terapung baik yang menjual aneka jenis pempek, model, tekwan, lenggang hingga kudapan ringan lainnya. Ataupun untuk menu makan siang pindang juga tersedia di warung terapung.

Tak ingin  menikmati makanan khas Palembang tersebut, pengunjung bisa menikmati jenis tempat wisata kuliner tepian Sungai Musi yang menjual aneka jenis makanan. Outlet yang berada didepan dermaga pasar 16 Ilir ini patut dicoba. Tidak hanya itu di kawasan ini terdapat sentra penjualan Pasar 16 Ilir yang menjual aneka jenis barang baik fashion ataupun kebutuhan sehari-hari. Tempat ini menawarkan aneka jenis barang yang tentunya memberikan pengalaman tersendiri.

Untuk bisa berkeliling Sungai Musi, pengunjung bisa menggunakan perahu ketek atau speed boat motor yang bisa disewa untuk mengantarkan berwisata Sungai. Sewa kapal sendiri tergantung nego dari masing-masing namun berkisar antara 200-300 ribu per kapal untuk mengantarkan anda berkeliling Sungai Musi. Pastikan untuk melakukan nego dengan juru kapalnya.

Dan untuk melestarikan keberadaan Sungai Musi ini, Kementerian Pariwisata RI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar kompetisi internasional olahraga dayung terbuka. Kompetisi yang bertajuk “International Musi Triboatton” ini telah digelar untuk kali kelima sejak 2012.  Terdapat 3 olahraga dayung yang dipertandingkan mulai dari rafting, canoeing hingga dragon boat.

Bagi yang masih penasaran dengan wisata Sungai Musi, yuk langsung rasakan sensasinya mengelilingi Sungai Musi.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar