Lifestyle,  Personal,  Tips

Penting, Segera Perbaiki Salah Nama di Passport

Sharing is caring!

Bagi yang memiliki nama yang berbeda di KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran ataupun Passport, penting untuk segera perbaiki salah nama sekarang juga. Pengalaman yang tidak terlupakan harus saya rasakan karena kecerobohan dan ketidak tahuan saya.

Berawal dari saya yang ingin membuat e-passport, akhirnya saya harus melalui proses Berita Acara Pemeriksaan. Awalnya saya tidak pernah terpikirkan jika salah nama saya di passport bisa berujung seperti ini. Padahal dua passport lama saya tersebut sudah saya gunakan ke berbagai negara.

Bagi mereka yang mengalami masalah terkait passport baik salah nama karena salah ejaan (salah huruf, spasi maupun tanda petik), passport hilang atau duplikasi dokumen passport harus melalui proses BAP atau Berita Acara Pemeriksaan. Proses ini berupa wawancara investigasi, sehingga kita harus berhadapan dengan penyidik.

Jadi bagi kalian yang mengalami hal yang sama seperti saya, sebaiknya segera lakukan perbaikan di kantor Imigrasi daripada nanti menyesal ya. Ada kasus seseorang yang umrah dengan menggunakan passport nama yang salah, saat mau umrah lagi menggunakan passport nama yang benar, malah ditolak masuk.

Passport pertama
Endorse Nama Passport Pertama

Saya sendiri karena membuat passport secara kolektif dari kantor di tahun 2007, saya hanya datang saat foto. Saat passport diterima ternyata salah nama. Di hari yang sama saya melaporkan hal tersebut, tapi keesokan harinya hanya di endorse saja, perubahan akan dilakukan di passport kedua. Sayangnya di passport kedua masih sama saja, padahal sejak awal proses perpanjangan sudah diwanti-wanti saya mau melakukan perubahan nama karena salah nama. Akhirnya lagi-lagi hanya di-endorse dan akan diperbaiki di passport ketiga.

Passport Kedua

Nah kali ini secara khusus saya akan membahas tentang proses BAP perubahan data passport. Bagi pemilik passport yang masa berlakunya lebih dari 6 bulan, hanya membubuhkan endorsement terkait perubahan data identitas pemegang passport dan tidak melakukan penggantian passport.

FYI, endorsement ini hanya sebatas diatas lembar pengesahan tersebut, sehingga identitas yang sudah diperbarui tersebut masih belum diupdate dalam sistem imigrasi. Saat masa berlaku passport habis, kita harus  tetap melalui proses BAP untuk mendapatkan passport baru.

 

Karena saya ingin membuat e-passport dan proses pembuatannya hanya bisa dilakukan di Jakarta, Surabaya dan Batam, saya mengikuti proses BAP di tempat saya membuat e-passport yakni di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara. Sebenarnya saya bisa mengganti ke passport biasa non elektronik di kantor  imigrasi tempat paspor lama diterbitkan.

Proses BAP ini tidaklah mengerikan, proses ini hanyalah satu proses yang harus dilewati jika penggantian passport bermasalah (baik karena salah data ataupun karena kehilangan passport). Dari informasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang dirangkum disini, proses penggantian paspor seperti ini harus melalui 5 tahap, yaitu:

  1. Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
    Pemilik passport akan diwawancara oleh pihak penyidik terkait permasalahan passportnya
  2. Berita Acara Pendapat (Bapen)
    Dari hasil BAP yang sudah dilakukan barulah diterbitkan Bapen
  3. Persetujuan Kepala Kantor Imigrasi
    Setelah itu baru disetujui oleh kepala kantor imigrasi
  4. Persetujuan Kepala Kantor Wilayah
    Proses dilanjutkan dengan persetujuan dari Kepala kantor wilayah
  5. Persetujuan Ajudikator Pusat
    Setelah itu seluruh proses lalu diverifikasi oleh Ajudikator Pusat untuk bisa melakukan penerbitan passport baru

Proses ini sendiri membutuhkan waktu lebih dari 15 hari kerja dan setelah disetujui oleh Ajudikator Pusat (5), passport baru bisa selesai dalam 3 hari kerja.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara, keseluruhan proses tersebut hingga bisa mendapatkan passport baru paling cepat 1 bulan lamanya. Berdasarkan pengalaman saya kurang dari 1 bulan karena passport saya akan digunakan ke Hongkong pada 19 Januari 2018.

  1. Saya mengikuti proses BAP di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara. Disini saya menceritakan kronologi hingga saya bisa memiliki passport dengan nama yang salah (lebih huruf) . Seperti yang saya ceritakan sebelumnya karena membuat passport secara kolektif dari kantor di tahun 2007, saya hanya datang saat foto. Saat passport diterima ternyata salah nama. Di hari yang sama saya melaporkan hal tersebut, tapi keesokan harinya hanya di endorse saja, perubahan akan dilakukan di passport kedua. Sayangnya di passport kedua masih sama saja, padahal sejak awal proses perpanjangan sudah diwanti-wanti saya mau melakukan perubahan nama karena salah nama. Akhirnya lagi-lagi hanya di-endorse dan akan diperbaiki di passport ketiga. Selain itu saya jelaskan juga jika passport yang baru akan digunakan untuk berangkat ke Hongkong pada 19 Januari 2018.
    BAP – 15 Desember 2017
  2. Setelah BAP, diterbitkan Bapen dan surat persetujuan dari Kepala Kantor Imigrasi. Sebelumnya jika ada perubahan data pada nama (seperti penggantian, penambahan, penghapusan maupun memperbaiki ejaan), biasanya akan diminta surat pernyataan dari Dinas Catatan Sipil kota tempat KTP dikeluarkan jika nama pemohon benar seperti yang tertera. Untuk kasus saya,  setelah mendapatkan hasil dari BAP pada 20 Desember 2017, saya langsung lanjut ke proses wawancara, foto,  dan  biometrik untuk proses pembuatan e-passport.
    Foto dan Wawancara – 22 Desember 2017
  3. Setelah melewati proses wawancara dan foto, saya menerima tanda bukti setor untuk biaya pembuatan e-passport. Pembayaran dilakukan di bank-bank terdekat. Setelah itu  dibayarkan permohonan  e-passport baru bisa disetujui oleh Ajudikator Pusat.
    22 Desember 2017 – Pembayaran
  4. Passport biasa non elektronik dapat diambil 3 atau 5 hari kerja setelah proses pembayaran.  Berbeda dengan e-passport yang membutuhkan waktu lebih lama, bahkan menurut petugas bisa lebih dari satu bulan.
    28 Desember 2017 : Cetak Paspor.
  5. Setelah melewati seluruh proses itu, passport saya sudah bisa diambil oleh saya pribadi atau anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK). Pengambilan passport juga bisa diwakilkan oleh orang lain. Hanya saja si pengambil passport  harus membawa tanda bukti pembayaran, surat kuasa, dan KTP Asli pemilik passport, cek disini
Alhamdulillah akhirnya saya mendapatkan passport dengan nama yang benar. Sebenarnya untuk proses yang saya alami jauh lebih singkat karena passport saya akan segera digunakan.
Semoga bermanfaat ya. 

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

4 Comments

  • Rita Asmaraningsih

    Suami saya lebih satu huruf di paspornya hanya diendorse saja sehari setelah paspor diterima langsung laporan.. Itu thn 2010 digunakan utk umroh ketika perpanjangan paspor nama tetap salah (tidak berubah).. Untungnya saat digunakan utk haji tak ada masalah.. Mksh infonya ya Mba.. Ini tetap jadi PR agar suami saya bisa mengurusnya dan mendapatkan data nama yg benar yg tertera di paspornya..

  • Neng ratna

    Mba kalau mau memperbaiki salah spasi bagaimana ya caranya? Apakah harus pakai surat permohonan perubahan data. Di paspor namaku ratna sari (pakai spasi) sedangkan di ktp ratnasari (tidak pakai spasi). Kira2 kalo untuk ganti paspor bisa ga ya mba, soalnya paspor aku baru aja jadi.

    • suzannita

      Sebenarnya data yang dipakai ke Luar Negeri itu adalah paspor, ya paspornya tetap bisa dipakai, hanya saja mesti ada lembaran endorse yang menyatakan namanya beda dengan data KTP. Tapi kembali lagi apakah nama di kartu keluarga sama dengan KTP atau malah nama di kartu keluarga sama dengan paspor, jika nama di KK sama dengan KTP artinya yang harus diperbaiki adalah paspornya, dan itu harus melalui proses BAP. Tapi kalo nama paspor dan nama KK sama, yang harus diperbaiki adalah KTP nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar