ASIA,  Hongkong,  Lifestyle,  Travelling

Day 4 : Keliling Hong Kong (Dari Causeway Bay, Islamic Centre, The Peak, Sky Terrace, Madame Tussauds hingga Symphony of Lights)

Sharing is caring!

Di hari keempat perjalanan kami adalah keliling Hongkong. Dalam agenda kami ada Causeway Bay, Islamic Centre, The Peak, Sky Terrace, Madame Tussauds hingga menonton Symphony of Lights di Avenue of Stars. Beruntungnya perjalanan hari ini ditemani oleh Rahma. Kita berdua kenal di dunia maya dari instagram. Ini adalah pertemuan pertama kami, saya pun sengaja membawa pempek dan kebetulan si Rahma ingin sekali mencicipi pempek.

Rahma adalah TKW, sudah lebih dari 4 tahun dia bekerja di Hongkong dan hari ini Rahma mendapat pekerjaan baru sebagai tour guide kami.

Causeway Bay

IMG_2170ok

Tempat pertemuan kami adalah Causeway Bay, jadilah kami dari Tsim Tsa Tsui naik MTR menuju stasiun MTR Causeway Bay. Rahma akan membawa kami ke Islamic Centre sekaligus makan dimsum halal di kantin Islamic Centre tersebut.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Causeway Bay  adalah salah satu pusat perbelanjaan paling top di Hongkong, disini dipenuhi berbagai macam mall, mulai dari World Trade Centre, Sogo hingga Times Square.

IMG_2177ok

Kawasan ini merupakan kawasan sewa mall termahal di dunia. Sehingga wajar jika banyak brand ternama berada di mall-mall ini. Kawasan ini bisa dicapai dari MTR Causeway Bay Exit F. Kebetulan di salah satu mall terdapat festival Line. Seperti biasa hal wajib dalam traveling adalah foto-foto.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Islamic Centre

Setelah berjalan-jalan di Causeway Bay kami pun langsung menuju Islamic Centre. Sekitar 15 menit kami pun tiba di Masjid Ammar & Osman Ramju Saddick sendiri  yang terletak di kawasan Wancai. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di Hongkong.

IMG_2281ok

Masjid dengan kapasitas 700 jamaah ini dibuka pada 14 September 1981. Setiap hari Masjid ini dibuka untuk untuk dari 30 menit sebelum Fajr atau Shubuh hingga jam 10 malam.

Dim Sum Islamic Centre Canteen

Karena belum waktu shalat Zhuhur kami pun langsung menuju Canteen Masjid Ammar & Osman Ramju Saddick,  kami memang sengaja datang menjelang makan siang. Hari ini ternyata Rahma mentraktir kami makan dim sum di Islamic Centre Canteen.

IMG_2197ok

Kantin yang terletak di lantai 5, merupakan satu-satunya restoran yang menjual masakan khas Cantonese alias masakan Cina yang halal di Hong Kong. Tentu kantin masjid Ammar Wan Chai ini menjadi altrenatif pilihan untuk mencari halal foods di Hong Kong. Karena memang sulit untuk mencari makanan halal di Hong Kong.

IMG_2188ok

 

The Peak

Setelah makan siang dan shalat, kami pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus menuju The Peak yang merupakan titik tertinggi di Hong Kong. Dari The Peak tower ini bisa melihat pemandangan Hong Kong.  Pemandangan berbeda akan kita lihat, seperti jika di siang hari bisa melihat gedung-gedung pencakar langit yang berlomba ketinggian dan hamparan lautan Victoria Bay, sedangkan di malam hari mata akan dimanjakan dengan berkilaunya gedung-gedung tersebut bermandikan cahaya lampu.

IMG_2226ok

Gedung ini di desain berbentuk bulan sabit dan tahan dengan kecepatan angin 270 km/h atau setara dengan Typhoon No.10 (maklum ini Hongkong, surganya Typhoon). Disini banyak terdapat toko dan restoran dan di Level P1 terdapat Madame Tussauds, museum lilin yang memamerkan banyak patung lilin orang terkenal. Sehingga ada dua alasan kenapa harus ke The Peak, yang pertama bisa melihat Hongkong dari atas ketinggian, dan yang kedua bisa berkunjung ke Madame Tussauds.

The Peak dengan icon wisata The Peak Tower ini berarti bukit. Orang-orang mulai tinggal di kawasan The Peak sejak The Peak Tram Lower Terminus dibangun pada 1888. Di zaman tersebut hanya kalangan tertentu seperti pejabat dan gubernur Inggris yang diperbolehkan tinggal dan membangun villa di area The Peak.

IMG_2210ok

Sebenarnya kami ingin mencoba naik Peak Tram, kereta yang akan membawa keatas perbukitan. Tentunya ini memicu adrenaline tinggi. Kami sudah menyiapkan dollar Hongkong untuk membeli tiket 3 in 1 combo package tiket seharga HK$250 ini sudah termasuk Single Peak Tram+Madame Tussaud+Sky Terrace, sayangnya antrian untuk naik Peak Tram ini panjang sekali. Cukup 10 menit dengan menggunakan Peak Tram  dari Central Lower Peak Tram Station ke The Peak.

Tiket box The Peak

Ada dua cara ke The Peak, yakni dengan menggunakan MTR dan cara kedua dengan menggunakan bus. Jika menggunakan MTR, cari tujuan  MTR ke Central. Setelah keluar dari halte Central kita tinggal mengikuti petunjuk jalan ke The Peak.

Ada 2 alternatif bus yang bisa dipilih, pertama dengan menggunakan bus dari Central (cari Bus no 15 dari Exchange Square Bus Terminus)  atau dari Tin Hau (cari Bus no 15B dari Tin Hau Bus Terminus, dekat Tin hau MTR Station) hanya saja untuk bus dari Tin Hau ini hanya beroperasi pada Minggu atau hari libur nasional saja. Bus dari Central beroperasi tiap hari dengan tarif yang tidak mahal, sekitar HK$10   untuk sekali jalan baik untuk bus yang berangkat dari Tin Hau maupun dari Central.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Sensasi luar biasa dan spektakuler kami rasakan saat naik bus ke The Peak, karena bus ini mendaki perbukitan dengan jalan berkelok. Apalagi kami duduk di bagian depan, di samping kiri dna kanan bus ini adalah jurang dan tebing. Selama 45 menit perjalanan ini ditemani dengan hijaunya pohon-pohon rindang yang menghiasi kawasan perbukitan dengan berlatarkan gedung pencakar langit Hongkong.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Terminal bus di The Peak ini berada tepat di bawah mall The Peak Galleria. Kami pun tinggal berjalan kaki, naik ke atas mall The Peak Galleria, sambil cuci mata. Di mall ini juga terdapat taman-taman bermain.

IMG_2206ok

Sky Terrace 428

Kami sengaja naik ke Sky Terrace 428 terlebih dahulu untuk melihat pemandangan Hongkong, baru mengunjungi Madame Tussauds. Sky Terrace 428 ini berada di puncak Peak Tower.

IMG_2224ok

Untuk bisa naik ke Sky Terrace 428 cukup membeli tiket di  The Peak Tower  seharga HK$30. Setelah mendapatkan tiket, kami pun langsung menuju lift yang membawa kami langsung ke puncak The Peak Tower. Setelah keluar, kami mendapatkan peminjaman audio gadget untuk mendengarkan penjelasan tentang Sky Terrace 428 dan The Peak.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Sky Terrace 428 ini adalah puncak tertinggi di The Peak Tower dengan viewing terrace ini kita bisa menikmati pemandangan Hongkong seluas mata memandang. Dari 360 derajat puncak The Peak Tower ini kita juga bisa melihat sebagian Kowloon, Pok Fu Lam Reservoir, Lamma Island. Udara di atas ini sangat dingin.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Disini juga terdapat service pengambilan foto, tapi harus bayar. Karena kami berhemat ya, kami pun memuaskan diri mengabadikan diri dengan menggunakan handphone dan kamera yang kami bawa.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Selain itu di atas puncak tower Victoria Peak setinggi 428 meter ini terdapat sudut berbentuk hati. Setiap pengunjung bisa menuliskan pesan cinta mereka dan menggantungkan kartu hati tersebut.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, kami pun menuntaskan petualangan kami di Sky Terrace 428. Karena kami harus berburu foto-foto di Madame Tussauds.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Madame Tussauds

Madame Tussauds  adalah museum yang memamerkan patung-patung lilin figur artis, negarawan, olahragawan, tokoh politik, hingga pemusik. Madame Tussauds terdapat di beberapa wilayah dunia. Replika patung yang dibuat oleh Madame Tussaud bisa dilihat bagaimana detilnya mereka membuat hampir sama persis dengan tokoh asli.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Madame Tussauds Hongkong ini terletak di Level P1 The Peak Tower. Disini terdapat sekitar  lebih dari  100 koleksi boneka lilin seperti Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, Ratu Inggris, Queen Elizabeth II, Putri Diana, Audrey Hepburn, Alberth Eistein, Angelina Jolie, Brad Pitt, Robert Pattinson, hingga Marilyn Monroe.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Disini juga terdapat artis-artis Hongkong, mulai dari Bruce Lee, Jackie Chan hingga Andy Lau. Selain itu ada patung lilin karakter kartun seperti Hulk dan Doraemon.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Setelah turun dari Sky Terrace 428, kami pun langsung menuju level P1. Kami pun membeli  tiket masuk seharga HK$160. Sebaiknya beli tiket secara online biasanya jatuhnya lebih murah. Detail bisa dilihat disini Madame Tussauds Hong Kong.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Kami pun melakukan tur museum selama 2 jam berkeliling dan mengabadikan diri dengan tokoh-tokoh ternama dunia tersebut. Disini juga tersedia service foto, tapi untuk mendapatkan foto tersebut harus menebus alias membayar  senilai HK$100.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Hampir di seluruh figur yang dipamerkan di Madame Tussauds Hongkong ini, tidak kami lewatkan untuk mengambil foto. Memori handphone dan kamera kami semakin membengkak.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Selain itu ada juga toko yang menjual souvenir, kita juga bisa membuat patung lilin sebagai oleh-oleh.

Coffee Time 

Setelah puas keliling dan berfoto-foto dengan patung-patung lilin di Madame Tussauds. Kami pun menyudahi dengan beristirahat dan ngopi sebentar di Starbucks. Rahma dan Heni masih menunggu kami.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Selesai coffee time, kami pun bergegas kembali ke Tsim Tsa Tsui untuk menonton Symphony of Lights. Rahma dan Heny berbaik hati mengantarkan kami kembali ke Tsim Tsa Tsui.Kami pun berpisah di Tsim Tsa Tsui . Sungguh beruntung kami bisa mendapatkan guide hari ini. Apalagi keduanya fasih berbahasa mandarin.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Symphony of Lights 

Sebenarnya saat menyusun itinerary, saya belum mengetahui Symphony of Lights itu seperti apa. Apalagi saat mengetahui gratis, ya Symphony of Lights ini pun menjadi hal wajib yang harus kami lakukan di Hongkong.

Symphony of Lights ini merupakan pertunjukan multimedia antara permainan cahaya lampu dan musik terbesar di dunia yang dibuat secara permanen. Pertunjukan yang dimulai setiap pukul 20.00 waktu Hongkong setiap malamnya sudah tercatat di Guinness Book of Records.

IMG_2357ok

Kami tiba pukul 19.30 waktu Hongkong, di sepanjang Avenue of Stars ini sudah dipenuhi oleh oranag-orang yang ingin menonton pertunjukan Symphony of Lights. Terdengar pengumuman tentang pertunjukan Symphony of Lights ini setiap 15 menit.

Kami pun mencari spot mendekati pinggir dari Victoria Harbour. Tepat pukul 20.00 pertunjukan Symphony of Lights pun dimulai yang dibuka dengan salam dalam Bahasa Inggris dan  bahasa  Mandarin.

IMG_2345ok

Dalam pertunjukan yang  berlangsung selama 15 menit ini, alunan musik dan permainan cahaya lampu laser, mengiringi narator yang menjelaskan 40 gedung  di Victoria Harbour yang terlibat dalam Symphony of Lights. Tidak hanya gedung yang didepan kami yang memainkan cahaya lampu, gedung-gedung dibelakang kami ikut dalam pertunjukan tersebut.

Kami pun dibuat terpukau dengan alunan musik dari sound system, permainan cahaya lampu yang luar biasa canggihnya. Rasa capek di tubuh setelah keliling Hongkong seharian pun terbayar lunas. Hal ini pun harus menjadi agenda wajib bagi yang berkunjung ke Hongkong.

Jalan-Jalan di Nathan Road

Usai menonton pertunjukan Symphony of Lights, kami pun berjalan menyusuri Avenue of Stars. Kami tidak mengabadikan diri di Avenue of Stars karena hari sudah malam. Dan agenda kami untuk foto-foto dengan cetakan tangan para aktor Hong Kong maupun patung artis  Hongkong seperti Bruce Lee akan kami lakukan esok pagi.

Kami pun memilih untuk menikmati jalanan Hongkong yang mirip seperti Orchard Road di Singapura, yakni Nathan Road. Kami pun menyebrangi jembatan menuju Salisbury Road. Disini terdapat taman kota, meski malam hari kawasan ini tetap ramai dengan aktivitas.

IMG_2356ok

Kami berjalan di pinggir jalan bangunan gedung-gedung tinggi, ada hotel, bank hingga mall. Nathan Road kesannya lebih klasik dibandingkan dari Orchard Road. Karena tidak ada agenda lagi, kami pun berpuas diri menikmati Hongkong di malam hari. Apalagi ini merupakan malam terakhir kami di Hongkong.

Setelah tiba di Tsim Tsa Tsui kami mampir di salah satu mall. Tujuan kami mencari minum. Ternyata ada satu hal yang kami pelajari di Hongkong. Air putih atau air mineral jauh lebih mahal dari jus kemasan.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar