Bagi para pencinta kisah detektif, yang sesak dengan cerita teka-teki yang nyaris sulit dipetakan, apalagi dipecahkan, pasti menunggu pemutaran film Sherlock Holmes.Berdua adikku , kami menonton film yang sudah kami tunggu-tunggu.

Film ini seakan memenuhi dahaga itu, alur film berdurasi 139 inipun mengalir dengan cepat dan dinamis, sekaligus menyenangkan. Dialognya kuat sekaligus penuh kekonyolan. Sosok detektif yang biasanya ditampilkan serba elegan, dalam aras film ini, ditiadakan. Ia hadir dengan apa adanya, tapi tetap penuh dengan muatan keilmuan yang menerangkan pandangan manusia.

Tentu ingat dengan penulis novel Sherlock Holmes “Sir Arthur Ignatius Conan Doyle”, dan tentu ingat pula Detektif Conan, dari sinilah nama Conan diambil.  Memang Conan tidak hanya seorang penulis yang handal, tapi sekaligus seorang fisikawan. Pekerjaan lainnya juga seorang dokter.

Jadi, tidak mengherankan, jika pada banyak adegan, misteri dan teka-teki yang gelap, mampu diterangi lewat pendekatan ilmu pengetahuan fisika, kedokteran hingga geografi oleh detektif Holmes.

Film berseting tahun 1891, di kota London, Inggris. Detektif Holmes (Robert Downey Jr.) dan  Watson (Jude Law) bahu membahu melawan konspirasi Lord Blackwood (Mark Strong), seorang anggota keluarga salah satu ningrat yang berniat memerintah Inggris Raya, lewat kekuatan Ilmu Hitamnya.

Ilmu Hitam Lord Blackwood yang gemar berdandan layaknya pesulap tahun pertengahan itu, sebenarnya hanya kedok, untuk menimbulkan efek ketakutan penduduk kota London.

Menariknya di film ini kita diberitahukan trik dan kilasan bagaimana Holmes memecahkan misteri dan mengalahkan lawannya. Ada pelajaran dari Sherlock Holmes  yakni  tentang arti persahabatan, bagaimana menggunakan logika, dan menahan emosinya.

6 people like this post.

Incoming search terms: