Review Film

Review Film SUPERNOVA : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh

Sharing is caring!

Jenis Film : Drama
Produser : Ram Soraya, Sunil Soraya
Produksi : Soraya Intercine Films
Sutradara : Rizal Mantovani

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya film SUPERNOVA : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh difilmkan juga. Dewi Lestari selama 6 tahun terakhir menolak banyak permintaan untuk memfilmkan buku yang menjadi Maha Karya tersebut. Alasannya karena masih menunggu rampungnya buku tersebut. Karena hingga saat ini masih ada satu buku lagi yang menjadi pamungkas SUPERNOVA.

Rizal Mantovani akhirnya sukses mencairkan kebekuan hati Dewi Lestari dan bertanggung jawab penuh sebagai sutradara dalam Supernova : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Seperti diriku yang bertanya-tanya bagaimana seorang sutradara bisa menuangkan buku Supernova : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh menjadi sebuah film. Apalagi sang penulisnya Dewi Lestari.

Meski masih banyak kekurangan patutlah untuk mengacungkan dua jempol kepada Rizal Mantovani karena berhasil memberikan yang terbaik untuk seri pertama Supernova. Sebuah maha karya Dewi Lestari yang membius jutaan penggemarnya ini memang sangat susah untuk diadaptasi menjadi sebuah film.

Seri pertama Supernova ini merupakan karya fiksi ilmiah antara roman yang bertemu science.

Setting Washington D.C., Amerika Serikat, membuka film ini yang mempertemukan Reuben (Hamish Daud) dan Dimas (Arifin Putra), mahasiswa Indonesia, dalam sebuah pesta. Keduanya berjanji 10 tahun kemudian mereka harus menulis sebuah cerita yang menggemparkan orang.

Setelah 10 tahun, mereka pun menulis Roman dengan setting Pseudo Jakarta. Adalah Ferre (Herjunot Ali), eksekutif muda yang sangat sukses dan jatuh cinta dengan Rana (Raline Shah) seorang reporter yang mewawancarainya. Namun ternyata, Rana menikah dengan Arwin (Fedi Nuril) selama 3 tahun, meski tanpa cinta. Rana pun berselingkuh dengan Ferre.

Selain itu ada juga Diva (Paula Verhoeven), model papan atas dengan kehidupan yang tak terduga yang hadir di kehidupan Rana dan Frere. Ditengah kehidupan modern tersebut, Supernova, sebuah virtual komunikasi, menjadi tempat bertanya dan memberikan jawaban untuk pertanyaan.

Meski kita akui, masih banyak kekurangan tentang film yang diadaptasi dari novel Supernova : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Tapi ada satu hal yang sangat disayangkan kenapa film ini masih memilih Herjunot Ali, Raline Shah dan Fedi Nuril untuk bermain di satu film. Seperti yang kita ketahui, mereka bertiga bermain di 5cm. Dan tentu semua orang masih sangat kenal dengan karakter mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *