Indonesia,  Palembang,  Tips,  Travelling

Hal Yang Bisa Dilakukan di Palembang Saat GMT 2016

Sharing is caring!

Selain bisa mengikuti rangkaian Festival Gerhana Matahari Total, para wisatawan yang datang ke Palembang juga bisa menikmati destinasi wisata yang ada di kota Palembang hingga berwisata kuliner. Apalagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan sudah menyiapkan Festival Gerhana Matahari Total pada 8 – 9 Maret 2016.

IMG-20160116-WA0012

Untuk itu pastikan datang ke Palembang sebelum gelaran Festival Gerhana Matahari Total karena banyak sekali hal yang bisa dilakukan dan dikunjungi di Palembang.

Berikut Hal Yang Bisa Dilakukan di Palembang:

1. Photo Uang Rp 10.000,- di Museum Negeri Balaputera Dewa
Saat tiba di Palembang, dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, mampirlah sejenak ke Museum Balaputera Dewa atau disebut juga Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan “Balaputera Dewa”. Disini kita bisa menikmati sejarah peradaban kerajaan Sriwijaya hingga Palembang Darussalam. Berbagai koleksi arca dari zaman megalith di Sumatera Selatan baik replika maupun asli bisa dilihat disini.

Photo Uang 10ribu

Selain itu jangan lupa keluarkan uang pecahan Rp 10.000,- dari dompet kalian dan berphotolah dengan Rumah Limas aslinya. Rumah Limas ini yang dibangun sejak tahun 1830 ini masih asli dan utuh berdiri, bahkan kita bisa melihat langsung kedalam rumah limas tersebut.

2. Jembatan Ampera
Tidak sah rasanya kalo ke Palembang jika tidak berphoto-photo di landmark / icon nya kota Palembang, jembatan Ampera (AManat PEnderitaan RAkyat). Tidak hanya cantik di photo saat pagi, siang atau sore hari, namun jembatan yang menjadi tempat melihat sunrise dan sunset sekaligus ini juga sangat ”cindo” (: cantik) saat malam hari.

IMG_20160211_091118

Jembatan yang dibangun tahun 1962  ini akan ditutup untuk pertama kalinya sejak diresmikan oleh Presiden RI, Soekarno. Karena Jembatan Ampera ini akan menjadi venue Gerhana Matahari Total 2016 pada 9 Maret 2016 mendatang.  Pada Festival Gerhana Matahari Total sekaligus, Jembatan Ampera akan menjadi tempat sarapan sensasional dan tempat melihat gerhana matahari total. Sudah terbayang bagaimana meriahnya ya.

3. Sungai Musi
Palembang yang disebut sebagai “Venize from The East”  (:Venesia dari Timur)  ini sangat terkenal dengan Sungai Musinya. Bahkan Sungai Musi ini adalah bukti Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim terbesar di Indonesia. Hingga kini bukti tersebut masih tersimpan di Museum Taman Kerajaan Purbakala Sriwijaya.

IMG_20160211_091251

Sungai yang membentang sepanjang 750 km membelah kota Palembang menjadi dua wilayah seberang ilir dan seberang ulu. Bahkan hingga saat ini Sungai Musi hingga kini masih menjadi sumber penghidupan masyarakat kota Palembang, baik untuk sumber air minum ataupun mencuci. Kita juga bisa melihat banyak rumah-rumah rakit di sepanjang Sungai Musi.

Saat perayaan HUT kota Palembang pada 17 Juni dan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, setiap tahunnya digelar aneka jenis perlombaan mulai dari perahu bidar hingga perahu hias.

4. Makan Pempek dan Kerupuk / Kemplang Palembang
Tujuan utama orang ke Palembang selain photo-photo di Jembatan Ampera adalah makan empek-empek atau pempek, makanan khas Palembang. Ratusan outlet pempek ada di kota Palembang, mulai dari pempek murah sampai mahal bisa dinikmati di Palembang. Dari pempek yang  berbahan dasar ikan sampai tidak menggunakan ikan, juga bisa ditemui di Palembang.

IMG_20160212_165604

Pempek pun beraneka ragam jenis mulai dari pempek adaan, pempek kulit, pempek telur, pempek keriting, pempek tahu, pempek lenjer, pempek pistel (: isinya pepaya) pempek panggang,  pempek kapal selam, lenggang, hingga otak-otak. Termasuk aneka jenis makanan turunan pempek seperti tekwan, model, laksan hingga celimpungan.

IMG_20160211_150910

Rata-rata outlet pempek di Palembang sudah menyediakan paket oleh-oleh pempek yang bisa dibawa oleh pembeli. Mulai dari pempek campur, pempek lenjer hingga pempek kapal selam. Termasuk juga aneka jenis kerupuk dan kemplang Palembang yang bisa menjadi oleh-oleh untuk keluarga, teman, sahabat dan rekan kerja.

5. Pulau Kemaro dan Legenda Cinta Sejati Fatimah – Tan Bun An
Satu hal wajib yang dilakukan di Palembang adalah mengunjungi Pulau Kemaro, sebuah Delta kecil di Sungai Musi. Pulau yang terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera ini adalah tempat ibadah umat Tri Darma yang semakin ramai dikunjungi saat Cap Go Meh, 15 hari setelah Tahun Baru Imlek.

_20160223_123812

Ada legenda Romeo – Juliet tapi versi Palembang di Pulau Kemaro yakni kisah cinta Putri Palembang, Siti Fatimah dan pangeran dari Negeri Cina, bernama Tan Bun An. Sang pangeran yang datang ke Palembang untuk berdagang jatuh hati dengan Siti Fatimah. Kisah cinta sejati saat  Tan Bun An terjun ke Sungai Musi menyelamatkan guci emas, yang disusul  Siti Fatimah yang terjun ke Sungai Musi. Dan terbentuklah pulau kemaro dari tempat mereka terjun ke Sungai Musi.

IMG-20160211-WA0068

Photo : Satya Winnie

Untuk ke pulau kemaro, bisa naik bus air ke Pulau Kemaro ongkosnya hanya Rp 5.500,-, atau menyewa perahu ketek yang tarifnya jauh lebih mahal sekitar Rp 100.000,- hingga Rp 200.000,- tergantung nego. Atau bisa melalui jalur darat dari kawasan Intirub, didekat kompleks Pusri.

6. Napak Tilas Kampung Arab Al Munawar
Sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang banyak memiliki bukti sejarah. Salah satunya kawasan  Kampung Arab Al Munawar yang terletak di kawasan 13 Ulu Palembang. Disini terdapat rumah-rumah tua yang sudah berumur lebih dari 350 tahun. Dan tetap berdiri hingga saat ini.

IMG_20160212_120405

Setidaknya ada 8 rumah yang kini menjadi cagar budaya yang dilindungi oleh provinsi Sumatera Selatan. Kawasan Kampung Arab Al Munawar ini sempat menjadi lokasi shooting film Ada Surga di Rumahmu.

7. Masjid Agung Palembang 
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Palembang atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Palembang. Masjid yang berdiri sejak abad 18 dan arsitekturnya dipengaruhi gaya Indonesia, China dan Eropa ini memberikan pengalaman wisata religi tersendiri. Sama seperti halnya di kota lain, masjid yang dibangun pada tahun 1738 M (1151 H) sampai dengan tahun 1748 M (1161 H)  memiliki nilai sejarah yang kuat.

Apalagi jika di datang di hari Jum’at sebelum melaksanakan ibadah shalat Jum’at, bisa wisata belanja di Pasar Tumpah yang ada di Masjid Agung Palembang. Pasar ini hanya ada di hari Jum’at dan berbagai barang dijual disini.  http://suzannita.com/uniknya-pasar-tumpah-jumat-di-masjid-agung-palembang/

8. Jakabaring Sport City
Jakabaring Sport City merupakan magnet bagi pengunjung untuk datang ke Palembang, karena selain Jembatan Ampera, Sungai Musi dan Pempek. Kini Palembang memiliki tempat untuk berfoto-foto, bersantai bersama keluarga ataupun untuk berolahraga.

Gelora Sriwijaya Jakabaring-1

Hal utama yang bisa dilihat di Jakabaring Sport City adalah Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, home base klub sepakbola asal Palembang, Sriwijaya FC. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk bisa melihat dan foto-foto dengan para pemain SFC yang sedang berlatih. Selain itu disini banyak venue olahraga bertaraf internasional hingga Danau buatan yang menjadi tempat berburu sunset di Palembang.

Gelora Sriwijaya Jakabaring

Kawasan Jakabaring Sport City terletak hanya 20 menit dari pusat kota atau sekitar 45 menit dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Ada banyak alternatif transportasi menuju JSC, mulai dari kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil, angkutan umum seperti Taksi, TransMusi, angkot, bajaj hingga ojek.

9. Makan Pindang di Warung Terapung
Pindang adalah masakan khas Sumatera Selatan yang terdiri dari beragam jenis dan cara penyajian dan cara masaknya. Ada Pindang Pegagan, Pindang Musi Rawas hingga Pindang Meranjat. Selain itu ada banyak ragamnya sebut saja Pindang Ikan Patin, Pindang Ikan Baung, Pindang Ikan Belido, Pindang Ikan Gabus, Pindang Udang hingga Pindang Tulang.

IMG_20160211_112447

Namun ada tempat unik untuk menikmati masakan pindang ini, yakni di warung terapung yang berada di tepian Sungai Musi. Saat bersantap siang di warung terapung tersebut, pengunjung bisa merasakan sensasi kapal yang bergoyang yang terkena deburan air sungai Musi.

10. Melihat Palembang 360 derajat dari Monpera
Jika sudah berada di Palembang, cobalah masuk Museum Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat) dan naik hingga lantai 7 atau rooftop nya Monpera. Dari atas Monpera kita bisa melihat Palembang 360 derajat.

IMG_20160211_122448

Monumen yang berdiri 28 tahun yang lalu kini difungsikan sebagai museum penyimpanan benda bersejarah. Terutama, sisa peninggalan perang lima hari lima malam di Palembang.

IMG_20160211_121055

Bangunan Monpera berdiri kokoh di pinggir Jalan Merdeka, persis di samping Masjid Agung. Ciri khasnya ada enam cagak (tiang) beton yang kokoh bertautan tiga-tiga di bagian samping kiri dan kanannya. Juga terpampang relief yang menggambarkan suasana pertempuran lima hari lima malam di kota Palembang melawan penjajah Belanda.

11. Sarapan makanan khas Palembang di Pasar Kuto
Palembang tidak hanya terkenal dengan pempek dan pindang saja, namun juga aneka jenis sarapan khas nya yang menggoda. Kawasan Pasar Kuto menjadi tempat makanan khas kota Palembang tersebut.

IMG_20160211_075958

Disini kita bisa menemukan Ragit kuah kari  yakni Roti berbentuk jala ditambah kuah kari lengkap dengan kentang, daging dan aneka jenis rempah. Ada juga Laksan yang terbuat dari tepung dan ikan sama seperti adonan pempek/kerupuk namun dipotong dalam ukuran yang lebih tebal.

IMG_20160211_081118ok

Selain itu ada Burgo  yang terbuat dari tepung beras yang dibuat seperti dadar lalu digulung dan dipotong, disajikan dengan kuah santan. Celimpungan yang berbentuk bulat terbuat dari tepung dan ikan sama seperti adonan pempek dimakan dengan kuah santan. Hingga Lakso  yang berbentuk seperti mie terbuat dari tepung beras dan juga disajikan dengan kuah santan.

12. Al Qur’an Al – Akbar
Jika datang ke Palembang, cobalah datang melihat Al-Qur’an terbesar di dunia yang dipahat/diukir ala khas Palembang.  Al Quran Al-Akbar ini  berada di di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran  yang dibuat sekitar tujuh tahunan dari 2002-2009 dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu tembesu dengan biaya tidak kurang Rp 2 miliar.

Al-Qu'ran Al-Akbar

Al-Quran ini terdiri dari 630 halaman yang dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Di setiap lembar kayu terpahat ayat suci Al-Quran  dengan ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan enak dibaca

13. Bukit Siguntang
Tempat wisata yang juga bisa dikunjungi adalah Bukit Siguntang. Kawasan ini  merupakan tempat yang dianggap suci dan penuh kharisma sejak abad 14-17.  Disini terdapat makam para tokoh keturunan Kerajaan Sriwijaya seperti  Segentar Alam, Puteri Kembang Dadar, Puteri Kembang Selako, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus karang, Panglima Tuan Junjungan, Pangeran Raja Batu Api, dan Panglima Jago Lawang.

IMG_20160211_134919

Di Bukit yang berada di ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12,8 hektar berlokasi di Jalan Srijaya Negara, Keluruhan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Konon di masa  kolonial Belanda, Bukit Siguntang adalah  tempat yang paling indah di Palembang.

14. Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho
Salah satu tempat yang bisa dikunjungi di Palembang adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang  atau lebih dikenal dengan nama Masjid Cheng Hoo Palembang.

Masjid Chengho

Masjid bernuansa Muslim –  Tionghoa ini sangat kental dengan nuansa klenteng dan sentuhan Palembang. Masjid yang berlokasi di Jakabaring Palembang ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel, dan serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.

15. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
Salah satu destinasi yang bisa dikunjungi di Palembang adalah Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya yang merupakan bekas kawasan permukiman dan taman yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya. Disini kita bisa melihat Prasasti Kedukan Bukit yang menjadi penanda kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia.

IMG_20160212_100113

Disini pengunjung bisa melihat bukti jika Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di Indonesia yang kekuasaannya hingga ke Asia.

16. Kampung Kapiten
Selain kawasan Kampung Arab Al Munawar dengan jejak sejarahnya yang hingga kini masih berdiri. Bagi yang datang ke Palembang bisa juga datang ke Kampung Kapiten, disini merupakan rumah peninggalan Kapiten, seorang saudaga Tionghoa ternama di masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Restoran kampung kapitan

Selain itu disini terdapat restoran yang bernama sama Kampung Kapiten, pengunjung yang ingin makan disini akan diantar dengan menggunakan perahu ketek.

17. Makan Mie Celor 26 Ilir
Selain burgo, laksan, celimpungan, lakso, ataupun ragit, menu sarapan yang wajib dicoba di Palembang adalah Mie celor. Di Palembang sendiri, Mie Celor yang paling terkenal adalah milik H.M Syafei Z yang berada di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No 2, 26 Ilir, Palembang dan kini membuka cabang baru di Jalan Merdeka Palembang.

IMG_20160212_083236

Saat ini rumah makan ini dikelola oleh Abdul Aziz, putra H.M Syafei Z ini beroperasi setiap hari sejak pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

18. Dermaga Point
Untuk bisa menikmati keindahan Sungai Musi yang membelah wilayah Palembang menjadi dua bagian ini ternyata tidak hanya dari Jembatan Ampera ataupun Plaza Benteng Kuto Besak Palembang saja tapi bisa melalui Dermaga Point yang berlokasi persis di seberang Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

IMG_20151227_201038

Sejak pertengahan 2014, Dermaga Point ini beroperasi dengan lebih baik karena dibangun 2 lantai dan lengkap dengan restoran dan cafe serta  convention center. Dan kini menjadi salah satu tempat hangout bagi masyarakat Palembang.

19. Benteng Kuto Besak
Kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia menyimpan banyak jejak peninggalan bersejarah. Selain bisa berwisata kuliner, pengunjung bisa wisata alam,  wisata budaya hingga wisata sejarah. Salah satu bukti peninggalan sejarah yang hingga kini masih bisa dinikmati yakni Benteng Kuto Besak Palembang.

Benteng Kuto Besak

Benteng yang terletak menghadap Sungai Musi ini terbuat dari batu setinggi 10 meter dan yang uniknya benteng yang masih berdiri kokoh di tengah kota Palembang ini tidak menggunakan semen sebagai perekat antar batu namun menggunakan putih telur. Benteng Kuto Besak atau biasa disebut BKB ini adalah saksi perlawanan masyarakat kota Palembang dari penjajahan Belanda dan Jepang.

20. Makan Martabak HAR
Budaya Palembang yang beragam menjadikan makanannya juga beragam, salah satunya Martabak HAR. Sajian martabak yang digoreng dan berisi telur (ayam/bebek) didalamnya dan disajikan lengkap  bersama kuah kari berisi kentang dan daging kambing. Ada juga menu martabak sayur yang juga menggugah selera.

IMG_20160212_204304

Restoran Martabak HAR berdiri pada 7 Juli 1947  oleh Haji Abdul Rozak,  seorang pengusaha Palembang asal India, yang menjadi penemu formula dan resep martabak HAR. Nama HAR sendiri diambil dari singkatan namanya.

21. Pesta Durian di Pasar Kuto 
Jika sudah berada di Palembang, wajib untuk menikmati durian di kota pempek ini. Jangan takut karena durian di Palembang ada sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Kawasan yang menjual durian di Palembang memang banyak, tapi yang paling terkenal adalah “Pasar Kuto”.

IMG_20160212_214738

Ketenaran durian Pasar Kuto sudah terkenal hingga keluar kota Palembang. Setiap harinya kawasan Pasar Kuto ini selalu ramai dikujungi oleh penikmat durian. Ingin menikmati durian sepanjang tahun, ayo datang ke Pasar Kuto Palembang.

22. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang
Palembang sebagai kota tertua di Indonesia memiliki banyak sekali peninggalan sejarah. Salah satunya Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Museum yang terletak di dekat Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera ini adalah bekas keraton yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I pada tahun 1737.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum ini terdiri dari dua lantai dengan berarsitektur kolonial dan atap rumah limas khas Palembang. Pada zaman kolonialisme Belanda, Museum ini sempat hancur dan akhirnya dibangun kembali.

Kalau bingung dengan itinerary perjalanan di Palembang, bisa ikut itinerary yang dilakukan para narablog saat berkunjung ke Palembang beberapa hari lalu ya. Cek itinerary mereka disini ya.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar