Baturaja,  Indonesia,  Travelling

Eksotisme Goa Putri Baturaja

Sharing is caring!

IMG_20160310_093420Suasana sejuk Baturaja pagi itu begitu terasa setelah diguyur hujan semalam. Baturaja adalah kota perhentian pertama dalam Road Trip #PesonaSriwijaya. Jadwal pagi itu adalah melanjutkan perjalanan ke Danau Ranau, OKU Selatan. Namun sebelumnya kami singgah terlebih dahulu ke Goa Putri.

Goa Putri ini terletak di desa Padang Bindu, kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Salah satu destinasi wisata di Sumatera Selatan ini terletak 230 kilometer dari Palembang, atau 35 kilometer dari Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dari tempat menginap Hotel BIL Baturaja cukup menempuh perjalanan sekitar 20-30 menit.

Setelah tiba di Goa Putri, pemandu wisata langsung menceritakan legenda Putri Dayang Merindu, sosok Putri yang cantik jelita yang sedang mandi, tiba-tiba disapa oleh pengembara bernama Serunting Sakti atau si Pahit Lidah.  

Namun karena tidak menjawab sapaan membuat si Pahit Lidah tersinggung dan berkata putri seperti batu karena tidak menjawab, seketika itu juga putri berubah menjadi batu dan batu yang dipercaya sebagai Putri Dayang Merindu kini di sungai Ogan.

IMG_20160310_093921

Begitupun dengan perkampungan yang dilintasi oleh si Pahit Lidah karena sepi dan tidak ada penduduk membuatnya berkata kampung ini seperti goa tanpa penghuni. Seketika kampung tempat sang Putri Dayang Merindu menjadi gua batu dan akhirnya penduduk setempat menamakannya dengan Goa Putri.

Legenda Putri Dayang Merindu dan si Pahit Lidah ini masih diyakini oleh masyarakat setempat. Termasuk juga beberapa ritual yang ada di Goa Putri seperti tradisi izin saat masuk ke dalam Goa Putri.

Setiap pengunjung diminta untuk memukul 3 kali batu yang berada di mulut Goa. Hal ini dilakukan sebelum masuk ke dalam Goa Putri sebagai penanda izin masuk kedalam Goa, seperti masuk ke dalam rumah seseorang.

Antara percaya dan tidak percaya satu peserta FAM Trip melakukan hal yang diminta oleh pemandu wisata. Menurut sang pemandu wisata, jika tidak memukul ataupun mengetuk batu seperti yang diminta, sesuatu yang buruk bisa terjadi saat berada di dalam Goa Putri.

Di sisi kiri sebelum masuk Goa Putri  terdapat kolam, airnya mengalir dari dalam goa yang bersumber dari Sungai Semuhun  bermuara di Sungai Ogan. Hati-hati untuk menuruni tangga karena sangat licin. Saat pasang air Sungai ini bisa naik hingga baris ketiga dari tangga tersebut.

Sebenarnya jika ingin uji nyali bisa juga menyusuri masuk kedalam gua melalui dari ceruk Sungai tersebut, kolam ini lebarnya 20 meter dan panjangnya 160 meter. Dalam bahasa Ogan, sungai semuhun sendiri berarti Bermunajat (memohon).

Bagi penikmat lukisan alam stalaktit dan stalakmit langsung datang saja ke Goa Putri. Stalaktit adalah kalsium karbonat yang membeku dan tergantung  di langit-langit goa sedangkan Stalagmit dapat ditemukan di lantai gua berupa batuan berbentuk kerucut es yang menghadap ke atas. Menariknya di Goa Putri  stalaktit dan stalagmit bertemu membentuk pilar yang unik.

Meski gelap goa ini dilengkapi dengan lampu sehingga memudahkan para pejalan. Tapi bisa juga membawa senter sebagai antisipasi. Dan harap perhatikan langkah kaki karena Goa ini cukup licin.

IMG_20160310_100404

Di dalam Goa terdapat petunjuk untuk setiap tempat yang diyakini sebagai tempat beraktivitas dari Putri Dayang Merindu, mulai dari adanya panggung atau balai-balai. Ada juga Kembang Dadar sebagai tempat yang diyakini milik Putri tercantik di zaman Sriwijaya.

Batu lebar ini juga diyakini sebagai tempat duduk ataupun tempat tidur. Meskipun gelap namun lampu-lampu yang dipasang di berbagai sisi sehingga membantu para pengunjung untuk melihat dan disisi yang bersamaan memberikan kesan mistis serta eksotis sekaligus.

IMG_20160310_095838

Masuk lebih dalam pengunjung bisa melihat sajian keindahan stalagtit-stalakmit dipadu dengan gemercik air yang menetes dari sudut batu-batu yang menjuntai dari langit-langit Goa. Goa Putri ini diyakini sebagai perkampungan sehingga banyak batu-batu di dalam Goa yang menyerupai tempat perjamuan, singgasana, tempat tidur hingga tempat mandi dari Putri Dayang Merindu.

Bahkan menurut cerita jika yang mencuci muka di tempat pemandian Putri Dayang Merindu bisa awet muda dan segala permohonannya dikabulkan. Pengunjung juga diperbolehkan untuk membawa pulang air tersebut.

IMG_20160310_101151

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sudah membangun pelindung bagi pengunjung yang masuk baik berupa tangga ataupun pagar pembatas. Ini juga merupakan tanda bagi para pengunjung untuk bisa lebih berhati-hati dalam melangkah. Selain itu didalam Goa Putri juga terdapat petugas yang akan menunjukkan arah.

Objek wisata Goa Putri bersandingan dengan Goa Harimau, sehingga pengunjung bisa juga langsung menuju ke Goa Harimau melalui jembatan besi. Di Goa Harimau sendiri ditemukan kerangka manusia pra sejarah yang sudah berusia 3000 tahun. Setidaknya ada lebih dari  66 kerangka manusia pra sejarah yang ditemukan di Goa Harimau.

Goa Putri Baturaja - Kolam

Goa Putri ini buka dari jam 8 pagi hingga 5 sore, tidak ada pengunjung yang diperbolehkan masuk ke dalam Goa saat malam hari. Untuk bisa menikmati keindahan Goa Putri  pengunjung yang datang diwajibkan membayar tiket masuk  sebesar Rp 5.000 per orang dan Rp 10.000 untuk parkir.

Pengunjung akan bertambah banyak jika di akhir pekan ataupun saat musim liburan. Menurut pemandu wisata, pengunjung bertambah banyak saat lebaran ataupun tahun baru.

Goa Putri Baturaja

Jika sudah mengunjungi Goa Putri, pengunjung akan diajak ke Museum yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ulu. Disini tersimpan kerangka manusia yang ditemukan di Goa Harimau. Ada yang berupa replika tapi ada juga kerangka asli yang dilindungi dengan menggunakan gips.

Cara ke Goa Putri 

IMG_20160310_102814

Untuk menuju Goa Putri cukup mudah, apalagi karena akses jalan menuju objek wisata ini sudah bagus. Bagi pengunjung yang datang dari Palembang berikut alternatif yang bisa dipilih:

  • Sewa mobil untuk langsung ke Goa Putri untuk Avanza atau Xenia berkisar Rp 400 ribu perkendaraan
  • Angkutan umum travel tujuan Palembang – Baturaja
  • Bus tujuan Palembang – Baturaja
  • Kereta api tujuan Palembang – Baturaja

Setelah dari Baturaja, jika menggunakan kendaraan umum dan berhenti di Baturaja harus berganti kendaraan lain yakni angkutan umum tujuan Baturaja – Muara Enim.

Berwisata ke Goa Putri ini bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan penat dan olahraga sekaligus. Karena pengunjung akan masuk dan keluar dari tempat berbeda, dan harus melewati tangga-tangga yang cukup tinggi.

IMG_20160310_102746

Penasaran dengan Goa Putri, agendakan dalam kalender jalan-jalan kalian ya.

TV journalist, traveler, writer, blogger, taekwondo-in and volunteer. Bookworm, coffee addict, chocolate and ice cream lovers

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Skip to toolbar