Lifestyle · Personal · Tips

E-Passport, Bagaimana Cara Membuatnya?

Sharing is caring!

Kalian sudah punya passport?

Setiap warga negara harus memiliki passport sebagai syarat wajib untuk bisa masuk ke suatu negara, baik untuk urusan jalan-jalan, perjalanan dinas maupun melanjutkan studi. Passport menjadi tanda masuk dan keluar seseorang dari negara yang akan dikunjungi ataupun negara yang ditinggalkan. Passport akan diperiksa mulai dari bandara keberangkatan dan kedatangan.

Passport sendiri ada 2 jenis yakni passport biasa dan passport elektronik (e-passport). Keduanya memiliki perbedaan, jika passport biasa bisa dibuat di semua kantor imigrasi, untuk passport elekronik hanya bisa dibuat di kantor imigrasi kelas satu.

Pilih Passport Biasa atau E-Passport? 

Sebenarnya passport biasa tetap bisa digunakan untuk masuk ke suatu negara. Hanya saja ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan bagi pemilik e-passportMeski untuk membuat e-passport jauh lebih mahal dibandingkan passport biasa dan harus dibuat di kantor imigrasi kelas satu. Proses pembuatan epassport dilakukan dengan teknologi lebih tinggi karena memiliki chip berbasis biometrik. Selain itu beberapa keuntungan lainnya seperti :

  1. Bebas visa ke Jepang selama 15 hari (sebelumnya harus melapor ke Kedutaan Besar Jepang untuk mendapatkan  visa waiver).
  2. Bisa melewati autogate imigrasi berbagai airport, sehingga tidak perlu antri di imigrasi.
  3. Teknologi chip berbasis biometrik membuat e-passport lebih aman dan sulit dipalsukan.

Cara Membuat E-Passport

Bagi yang sudah memiliki passport, proses perpanjangan passport sama seperti pembuatan passport baru hanya membawa passport yang lama. Passport harus diperpanjang minimal 6 bulan sebelum masa habis. Sebenarnya alasan saya membuat e-passport karena ingin mendapatkan visa waiver ke Jepang. Memang sudah banyak yang berbagi cerita bagaimana cara pembuatan e-passport. Tapi yang saya ingin sharing pengalaman saya harus menghadapi proses Berita Acara Pemeriksaan.

Wah jadi mengerikan harus di-BAP, alasannya kenapa?

Ini kali ketiga memiliki passport, karena ingin mendapatkan e-passport, saya harus membuatnya di Kantor Imigrasi Kelas Satu di Jakarta, Surabaya dan Batam. Saya melakukan antrian online passport di aplikasi milik imigrasi dan mendapatkan jadwal pada 13 Desember 2017 di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, karena Kantor Imigrasi yang lain sudah full.

Hari H

Saya bersama Kak Devi dan Yuk Leni menuju Kantor Imigrasi Jakarta Utara dengan membawa semua persyaratan untuk pembuatan e-passport. Kami bertiga memang berencana ke Jepang pada Februari nanti. Sehingga kami sepakat untuk mendapatkan e-passport.

Syarat dokumen pembuatan e-passport :

  1. KTP Asli dan 1 Copy KTP (dicopy di HVS A4)
  2. Kartu Keluarga Asli dan 1 Copy (di copy di HVS A4), alamat KTP dan KK harus sama
  3. Akta Kelahiran Asli dan 1 Copy (di copy di HVS A4)
  4. NPWP asli dan 1 Copy ( di copy di HVS A4)
  5. Pasport lama dan 1 Copy ( di copy di HVS A4) apabila perpanjangan
  6. Surat referensi kerja dari kantor atau tempat kita bekerja

Pukul 07.00 pagi kami bertiga sudah tiba di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara di kawasan Artha Gading. Karena sudah registrasi online kami langsung mendapatkan nomor antrian lagi untuk pengecekan dokumen. Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara ini jauh lebih sepi dibandingkan kantor Imigrasi lainnya di Jakarta. Kantor Imigrasi yang paling favorite dikunjungi adalah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Awalnya saya berpikir semua akan berjalan lancar. Namun saat pengecekan dokumen ternyata drama dimulai. Sebenarnya seluruh berkas saya lengkap, hanya saja nama saya berbeda dengan di KTP, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.  Saya disarankan untuk pulang ke Palembang dan membuat perpanjangan passport di Palembang.

Passport pertama
Endorse Nama Passport Pertama

Namun saya lebih memilih untuk mengikuti proses Berita Acara Pemeriksaan di Jakarta Utara, meski saya terpaksa harus bolak-balik Jakarta. Karena saya trauma dengan 2 pasport saya sebelumnya yang salah nama. Kesalahan saya adalah membuat passport secara kolektif di passport pertama, saya hanya datang saat foto saja. Ketika mengetahui nama salah, saya langsung melapor dan keesokan harinya dari passport diterima, nama saya hanya di-endorse.

Passport Kedua

Saat perpanjangan Passport kedua, saya sudah me-wanti-wanti (mengingatkan) petugas jika saya ingin melakukan perubahan nama. Namun sayangnya hingga proses selesai, nama saya tetap tidak berubah dan baru bisa diubah di passport ketiga.

Cerita saya di BAP ada disini.

Setelah melewati proses BAP pada Jum’at, 15 Desember 2017, saya harus menunggu hasil BAP saya disetujui baru bisa melanjutkan proses pembuatan e-passport. Ini pelajaran penting bagi kita semua, jangan sampai seperti saya yang mengalami kesalahan nama di passport. Atau bagi kalian yang namanya berbeda antara KTP, KK ataupun Akta Kelahiran dan Passport, segera perbaiki sekarang juga.

Saya menerima SMS pemberitahuan dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara untuk mengambil hasil BAP pada Rabu sore, 20 Desember 2017. Dan pada Jum’at, 22 Desember 2017 saya mengambil hasil BAP dan mengikuti proses pembuatan e-passport mulai dari wawancara dan foto.

Setelah itu kita akan mendapatkan tanda bukti untuk melakukan pembayaran biaya pembuatan e-passport senilai Rp 655.000,- yang bisa disetorkan di bank-bank terdekat.

Untuk e-passport sendiri prosesnya membutuhkan waktu sekitar 10-14 hari kerja berbeda dengan passport biasa yang hanya butuh waktu 3 hingga 5 hari kerja saja. Untuk mengetahui passport sudah selesai atau belum bisa melalui Whatsapp sehingga tidak perlu repot bolak balik Kantor Imigrasi. Bagi yang tidak bisa mengambil passport langsung bisa diwakilkan oleh anggota keluarga atau yang mendapatkan mandat dari kita.

Tips Membuat E-Passport

  1. Daftar antrian online, aplikasi bisa didownload di Playstore ataupun Appstore.
  2. Siapkan semua berkas dokumen yang diperlukan
  3. Datang lebih awal, usahakan jam 7 pagi sudah di Kantor Imigrasi yang dituju
  4. Ambil nomor antrian ulang untuk pengecekan dokumen
  5. Isi formulir sesuai dengan dokumen yang diperlukan
  6. Siapkan minuman, snack atau cemilan
  7. Siapkan powerbank sebagai cadangan tenaga untuk handphone
  8. Ikuti semua sesuai prosedur dan tidak berlaku mencurigakan
  9. Lakukan pembayaran di bank terdekat. Biaya e-passport 48 halaman Rp. 655.000
  10. Kembali lagi ke Kantor Imigrasi setelah 14 hari kerja untuk pengambilan e-passport.  Waktu pengambilan passport dari pukul 13.00 sampai 15.30 WIB.

Untuk informasi persyaratan dan lainnya bisa dilihat di web resmi Imigrasi.

Semoga bermanfaat ya.

One thought on “E-Passport, Bagaimana Cara Membuatnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *