Lifestyle · Thailand · Travelling

Day 3: Wisata Religi dan Wisata Kuliner di Hat Yai

Sharing is caring!

Setelah tiba di Hat Yai, tujuan pertama adalah ke Get Guesthouse untuk mandi dan ganti baju karena sudah lebih dari 13 jam di kereta. Jarak dari Hadyai Station sendiri tidak begitu jauh hanya sekitar 10 menit saja, sudah tiba di Get Guesthouse.

 

Selama di jalan, Saya masih sempat mengambil foto-foto kota Hat Yai, kota perbatasan di Thailand Selatan yang menjadi ibukota dari provinsi Songkhla. Tidak begitu banyak bangunan-bangunan mewah disini.

Bahkan lalu lintas pun tidak begitu ramai dan tidak begitu banyak kendaraan yang lalu lalang. Sebagai patokan adalah Lee Garden Plaza yang menjadi bangunan paling tinggi di Hat Yai.

Dan gerbang ini menjadi penanda kawasan Get Guesthouse yang beralamat di 1/11 Suppasarn-rangsan Rd, Soi Pracharak, Hat Yai, Thailand 90110.  Di pojok jalan ini terdapat warung makan yang menyediakan masakan halal.

Setelah mandi dan berganti baju, Saya bertanya kepada pemilik Get Guesthouse letak Masjid Hat Yai. Berbekal petunjuk dan peta, dengan berjalan kaki selama 15 menit tiba di Masjid Majjamoh Hatyai.

Kawasan Masjid Majjamoh Hatyai ini terkenal dengan kawasan Mussalim yang mungkin berarti Muslim. Karena hari Jum’at dan tiba sekitar 14.10 di masjid ini, Saya pun menunaikan shalat Zuhur dan Ashar, sekaligus tilawah.

Dari Masjid Majjamoh Hatyai, tujuan utama selanjutnya adalah makan siang. Karena tidak ingin tersesat tetap menyusuri jalan yang dilalui sebelumnya.

Tiba di alun-alun, Saya sempat selfie baik di alun-alun kota maupun di Clock Tower yang bentuknya menyerupai jam gadang. Dan Saya bertemu dengan Shalehah yang kebetulan pulang sekolah. Namun sayang, si cantik muslimah ini tidak bisa berbahasa Inggris.

 

Hat Yai adalah kota yang mempesona, meskipun kota kecil ini terlupakan dan hanya menjadi kota perlintasan bagi turis yang ingin melancong ke Thailand ataupun Malaysia. Namun kota yang bersih ini memiliki daya tarik, aman dan ramah terhadap turis, meski masyarakatnya jarang yang bisa bahasa Inggris.

 

 

 

IMG_20151120_151538

Dan yang pasti banyak sekali yang menjual buah-buahan di sepanjang jalan Hat Yai. Saya pun membeli buah mangga dan jambu air dari seorang Ibu, dengan modal bahasa tangan, saya pun mampir ke Mc. D yang terletak di Lee Garden Plaza. Dan harap berhati-hati ya karena Mc.D di Thailand tidak halal karena menyediakan menu Pork (babi).

Klonghae Floating Market

Setelah menghabiskan Mango Sticky Rice ice cream milik Mc. D, perjalanan pun dilanjutkan menuju Klonghae Floating Market. Tujuan utama hari ini adalah wisata kuliner di pasar terapung yang ada di Hat Yai.

Perjalanan ke Klonghae Floating Market ini harus menggunakan tuk-tuk dan ongkos nya sedikit mahal yakni 400 bath untuk pulang pergi dari lokasi yang sama di Lee Garden Plaza. Sekitar 20 menit akhirnya tiba di pasar terapung yang buka dari jam 3 sore hingga jam 8 malam ini.

Selama satu jam saya berkeliling menikmati wisata kuliner khas Thailand yang dijual di pasar terapung. Barisan perahu ini menjual aneka jenis makanan yang mengundang selera. Pilihan pertama Suzan jatuh pada air kelapa muda dan kue khas Thailand luk chub.

Kue cantik berbentuk seperti buah dan sayuran mini, awalnya merupakan kue  untuk anggota kerajaan di istana. Proses pembuatan luk chub cukup lama karena harus membuat pasta kacang hijau, membentuknya menjadi aneka jenis buah dan sayuran, mencelupkan dalam pewarna makanan dan melapisi kue agar mengkilap dengan gelatin.

Selain itu saya juga mencicipi khao niao mamuang atau dikenal dengan nama mango sticky rice. Ketan kukus berkuah santan dengan irisan mangga matang ini adalah jajanan paling terkenal dari Thailand.

Selain itu ada juga Pad Thai, seperti kwetiau yang dimasak dengan udang kering (daging ayam), kuah asam dan gula merah ditambah dengan taburan kacang, tauge serta daun bawang.


Saya juga mencicipi roti rapuh, sebenarnya saya pernah mencoba makan roti tissue khas restoran Penang di Palembang dan rasanya juga hampir sama, tapi karena penasaran bagaimana cara membuatnya, Suzan pun membeli roti rapuh ini.

Wisata Kuliner Street Food Hat Yai

Dari Klonghae, saya kembali ke Get Guesthouse untuk menunaikan sholat maghrib, sebenarnya ini pemborosan waktu karena bisa sholat di masjid atau mushola. Karena di Hat Yai banyak penduduk muslim, sehingga dengan mudah ada mushola di beberapa tempat.

Hal menarik di Hat Yai adalah  banyak sekali penjual makanan di sepanjang jalan alias streed food seperti didepan mall Lee Garden Plaza ini, yang menarik yang berjualan makanan halal dan yang jual pork bersebelahan, terlihat sekali keberagaman umat disini dan toleransi beragamanya juga sangat tinggi.

Tidak sah rasanya jika sudah ke Thailand tapi tidak mencicipi Tom Yam Seafood, masakan berkuah mirip seperti Pindang Palembang ini rasanya memang begitu menggoda. Rasa pedas, asam berpadu dengan segarnya seafood. Satu porsi Tom Yam Sea Food ini seharga 30 bath, jika ingin menggunakan nasi bisa membeli secara terpisah.

 

Selain itu ada menu lain yang dicoba Bubur Cha-Cha, awalnya dipikir ini seperti bubur sebenarnya, namun ternyata ini mirip seperti es campur dengan buah-buahan dan ubi jalar serta jelly.

Malam itu, saya bertemu dengan pemain Khon Kaen United FC, salah satu team di Thailand Football League. Sepertinya naluri jurnalis mencari berita masih ada, tapi kali ini berburu foto. Sayangnya pas ditanya apakah mereka tahu Sriwijaya FC, pemain asli Thailand tidak tahu, malah mengira saya dari Malaysia.

Thailand, Surganya 7-Eleven

Jika di Indonesia penuh dengan Alfamart atau Indomaret, di Thailand memang terkenal dengan banyaknya 7-Eleven hampir di setiap tempat termasuk di Hat Yai. Sepanjang jalan yang dilalui pasti ada 7-Eleven. Dan menariknya semua hal bisa dibeli disini.

IMG_20151120_173910

Roti khas Thailand dengan aneka jenis rasa dan isian pun tersedia dan harganya juga murah. Selain itu dengan mudah juga ditemukan label halal, sehingga membuat diri tenang mengkonsumsinya.

IMG_20151120_173514

Atau jika ingin makanan yang lebih berat juga tersedia, aneka jenis makanan yang tinggal di panaskan di kasir. Jadi teringat saat di 7-Eleven Hong Kong, tempat favorite saat sarapan atau kelaparan di malam hari.

IMG_20151120_173526

Bahkan karena memang Thailand terkenal dengan produk kecantikan, disini dengan mudah ditemukan anekan jenis produk kecantikan termasuk juga sample nya dan Suzan pun mencoba membeli beberapa produk. Harganya juga berkisar 10 hingga 22 bath.

Akhirnya petualangan malam itu berakhir dengan menikmati Banana float, lagi-lagi es krim yang menjadi pendingin suasana.

 

One thought on “Day 3: Wisata Religi dan Wisata Kuliner di Hat Yai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *