ASIA · Hongkong · Malaysia · Travelling

Day 2 : Malaysia – Hongkong – Macau – Hongkong

Sharing is caring!

Perjalanan di hari kedua ini cukup berat karena kami akan traveling di 3 negara, yakni Malaysia – Hongkong -Macau dan kembali lagi ke Hongkong. Setelah beristirahat kami pun bangun pukul 5 pagi, harusnya sih kami bisa menyantap sarapan di Hotel Sempurna, namun apa daya karena kami harus bergegas ke bandara. Kami pun melewatkan sarapan. Beruntung saat keluar hotel di sekitar hotel terdapat satu penjual makanan, beragam kue tradisional dijual termasuk juga nasi lemak. Kami pun langsung membeli nasi lemak sebagai bekal kami.

Setelah mendapatkan taxi, kami pun menuju KL Sentral karena kami akan menggunakan KLIA Transit menuju bandara. Sebenarnya ada alternatif menuju Bandara seperti menggunakan Skybus. Bus ini beroperasi mulai pukul 3 pagi hingga 10 malam.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Sekitar 10 menit kami pun tiba di KL Sentral, suasana masih pagi, namun station sudah cukup ramai.  Kami langsung menuju loket KLIA Transit dan setelah menunggu kereta pun tiba. Kami menyempatkan diri untuk tidur karena waktu 30 menit itu sangat bermanfaat digunakan untuk beristirahat.

Setelah tiba di Stasion Salak Tinggi, kami berganti bus menuju Bandara. Tiba di Bandara, kami langsung menuju gate ke Hongkong. Bandara ini sendiri tidak akan dipergunakan lagi. Terhitung minggu kedua Mei 2014, bandara LCCT yang selama ini digunakan maskapai penerbangan budget ke Kuala Lumpur, seperti Air Asia, Tiger Air, Cebu dan lainnya, akan dialih fungsikan menjadi terminal cargo. Pemerintah Malaysia sendiri membangun Bandara KLIA2  sebagai pengganti LCCT.  Sayang kami belum bisa merasakan KLIA2 karena baru beroperasi pada 9 Mei 2014.

IMG_1683

Ternyata saat check-in, penerbangan ke Hongkong ini cukup ketat. Karena kami tidak membeli bagasi, lotion The Body Shop milik mbak Ofie yang baru dibeli, disita sama petugas. Setelah melewati pemeriksaan kami pun menunggu pesawat Air Asia yang akan menerbangkan kami ke Hongkong pukul 8 pagi.

Hongkong

IMG_1706

Akhirnya kami tiba di Hongkong International Airport pukul 12.35. Disini kami langsung dijemput sama Iig Sendy, ayuk dari Ce Ellis. Kami pun langsung memberikan oleh-oleh pempek yang kami bawa dari Palembang. Dari bandara ini kami akan langung menuju tempat kami di Seaview Guesthouse di kawasan Tsim Tsa Tsui. Kami memutuskan naik bus, namun sebelumnya kami membeli Octopus Card, yang menjadi alat pembayaran.

Setelah membeli Octopus Card kami berjalan mengikuti petunjuk “Bus”, ke arah kanan setelah melewati pintu keluar arrival hall. Setelah berjalan nanti akan bertemu airport bus terminal yang terhubung langsung dengan Hongkong International Airport. Di bus terminal terdapat bus information board, jadi tidak usah khawatir dan takut salah rute. Karena kami akan menuju Tsim Tsa Tsui, kami pun naik bus A21. Untuk rute dan bus fare, silahkan klik link ini ya. 

Kami beruntung sekali karena ada Iig Sendy yang menemani kami dan mengantarkan kami langsung ke Tsim Tsa Tsui, yakni ke tempat kami menginap di Seaview Guesthouse. Awalnya Iig Sendy mengajak kami berkeliling untuk mencari tempat menginap yang lain seperti Golden Crown Guesthouse yang berada di kawasan Ladies Market. Iig Sendy tidak percaya jika seluruh tempat sudah fullbook.

Akhirnya setelah keliling kami pun ke Seaview Guesthouse yang berada di Mirador Mansion. Iig Sendy agak sedikit takut karena kawasan ini sedikit rawan. Sampai-sampai Iig Sendy mewanti-wanti Apple pemilik Seaview Guesthouse.

Makan Siang di Tao Heung

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Setelah meletakkan tas dan membawa tas ransel, kami pun langsung diajak untuk makan siang. Hmmm… ini makan siang kesorean loh. Kami diajak makan di Tao Heung, tempat ini merupakan restoran dimsum terkenal. Iig Sendy pun berulang kali mengingatkan pelayannya untuk menghidangkan masakan halal kepada kami.

IMG_1720

Sebenarnya agak sedikit khawatir makan disini karena tidak ada sertifikat halal. Makanan yang dihidangkan ke kami adalah Chicken Hainan, Ayam yang disajikan dengan nasi dan kuah kaldu. Selain itu ada juga dimsum seafood. Sedangkan untuk minum, kami minum teh tawar hangat.

IMG_1722ok

Restoran ini sangat ramai saat jam makan siang atau makan malam berhubung kami datang sudah pukul 3 sore, jadi tidak terlalu banyak pengunjung yang datang.  Tao Heung ini terletak di kawasan Tsim Tsa Tsui tepatnya di Star Mansion, NO.3 Minden Row, Tsim Sha Tsui, Kowloon, Hong Kong.  Hal yang harus diperhatikan disini, seluruh pelayanan menggunakan bahasa Mandarin, tidak ada yang bisa berbahasa Inggris. Beruntung ada Iig Sendy yang menjadi intrepreter kami. 

Kisaran harga: Rp. 128.000 – Rp. 192.000

Ladies Market 
IMG_1725ok
Setelah makan siang, kami pun menuju ladies market, karena waktu sudah menunjukkan pukul 4.30 sore, kawasan ini sudah beroperasi, tujuan saya mencari charger khusus dan powerbank, dua hal ini adalah hal wajib untuk perjalanan ini karena tidak akan ada waktu untuk charging dan tidak ada tempat untuk charging juga.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Disini hanya namanya saja Ladies market, tapi yang dijual disini sangat banyak mulai dari souvernir kaos bertema Hong Kong, keychain, pakaian, tas, sepatu, casing handphone hingga elektronik.  Lokasinya berada di MTR Mong Kok. Kami hanya berjalan kaki dari Tao Heung. Ladies market ini sejak pukul 4 sore hingga pukul 12 malam. Kawasan ini mulai sejak sore hingga malam hari. Hal yang harus diingat disini adalah berani menawar, karena harga ini bisa ditawar, jadi jangan takut untuk menawar.
Iig Sendy mengingatkan kami untuk tidak menuju Macau, karena sudah terlalu sore. Tapi karena kami sudah melewatkan beberapa jadwal perjalanan. Kami pun tetap memutuskan untuk ke Macau.

Macau

Setelah mendapatkan barang yang dicari di Ladies Market, kami langsung menuju Hongkong Ferry Terminal, kami akan naik Turbo Jet menuju Macau. Kami pun naik MTR (Mass Transit Railway) dari Hong Kong – Macau Ferry Terminal, yang terletak diatas Sheung Wan MTR Station. Loket Turbojet terletak di lantai 3 Mall Shun Tak Centre.

Alamat Hong Kong – Macau Ferry Terminal: Shun Tak Centre, 200 Connaught Road Central, Sheung Wan, Hong Kong.

Sebenarnya bisa menggunakan kapal Ferry, namun waktu beroperasi terbatas, berbeda jika menggunakan Turbojet yang beroperasi hampir 24 jam.

Harga tiket

  • Hongkong – Macau : Ekonomi (siang) HK$ 151 ; Akhir pekan dan Hari libur nasional (siang) HK$ 163
  • Macau – Hongkong : Ekonomi (malam) HK$ 140 ; Akhir pekan dan Hari libur nasional (siang) HK$ 152

Sedangkan untuk perjalanan malam, harga tiket semua sama baik untuk hari biasa atau akhir pekan maupun hari libur nasional. Harga Hong Kong ke Macau HK$ 185 dan Macau ke Hong Kong HK$ 174. Bebas bagasi maksimal 20 kg, tanpa biaya tambahan.

Harga tiket untuk kelas lainnya bisa lihat di website Turbojet: http://www.turbojet.com.hk/eng/schedule/prd.html

Setelah mendapatkan tiket, kami harus mengantri di imigrasi karena Hongkong dan Macau adalah special administrative district. Setelah mendapatkan cap keberangkatan dari imigrasi Hongkong, kami pun bisa naik kapal yang akan mengantarkan kami ke Macau. Jadi pastikan anda membawa Passport didalam tas.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Perjalanan ke Macau ditempuh 45 menit hingga 1 jam. Setelah tiba di Macau Ferry Terminal, kami punmasuk imigrasi lagi (cap kedatangan Macau). Di Macau sendiri terdapat bus gratis yang akan mengantarkan ke Casino Complex. Di setiap bus atau minibus, terdapat pegawai dari setiap tempat Casino yang memberikan informasi tentang kelebihan tempat mereka.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Kami pun langsung memilih tujuan Grand Lisboa. Tak lengkap jika berlibur ke Hongkong tidak mengunjungi Macau yang terkenal sebagai Las Vegas Asia. Meski hanya sebuah pulau kecil, namun gedung-gedung tinggi menjulang bermandikan cahaya.

IMG_1770ok

Setelah tiba di Grand Lisboa, kami pun langsung masuk ke Casino tersebut. Kami pun melihat-lihat kondisi Casino ini. Ada yang sekedar iseng mencoba peruntungan, tapi ada juga yang benar-benar datang hanya untuk berjudi.

Ini adalah tiketnya, sayang disini tidak boleh mengambil foto. Mbak Ofie sempat ditegur karena mengambil gambar menggunakan kameranya.

IMG_1773ok

Jika tidak mau berjudi ya keluar dari Casino tersebut, kita juga bisa keliling dan foto-foto di Lobby hotel ini. Disini terdapat karya seni yang sengaja dipamerkan untuk menghibur para pengunjung yang senang dengan seni.

IMG_1762ok

IMG_1763ok

 

 

Keluar dari Grand Lisboa, kami disambut dengan beragam Casino lainnya. Tapi hal yang bisa kami lakukan adalah hanya foto-foto didepan hotel Casino ini. Ada peraturan yang sangat ketat didalam Casino, yakni tidak boleh mengambil foto dan jika mau masuk harus menggunakan sepatu.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Disini semakin malam semakin ramai. Kami tidak makan malam disini, karena terlalu susah mencari restoran halal disini.

IMG_1767ok

Dari melihat-lihat aktivitas berjudi di casino, kami melanjutkan perjalanan menuju The Venetian Macao Resort, disini selain ada casino, juga ada replika Venize, serasa berada di Venesia.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Setelah masuk replika Venezia ini, kami pun dibuat kagum dengan desain interiornya luar biasa. Tempat ini dibangun indoor dan ber-AC dengan setting yang dibuat seperti di luar. Terlihat langit yang dipenuhi awan dan terkadang terasa langit tersebut berubah dari terang menuju gelap. Seolah menjadi bentuk perubahan waktu dari siang ke sore hari.

IMG_1793ok

Disini terdapat kanal buatan  lengkap dengan gondola yang bisa dinaiki. Sayang, karena sudah terlalu malam, tidak ada lagi yang mendayung gondola tersebut.

IMG_1792ok

Disini juga terdapat kompleks casino-nya, dari poker sampai craps, dari yang meja sampai yang dioperasikan komputer. Selain banyak pasukan pengamanan, ya kamera CCTV dimana-mana jadi jika ada sedikit gerakan yang mencurigakan, para pasukan pengamanan langsung datang.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Di Macau memiliki mata uang sendiri yakni Macau Pataca/MOP, namun mata uang Hongkong alias Dollar Hongkong masih bisa dipakai. Meski kami tidak bisa ke Senado Square, Ruins of St. Paul, bekas gereja yang fenomenal, meski sudah terbakar berulang kali, namun tembok depan dengan pintu masih berdiri tegak. Tapi suasana di Venice itu seolah mengobati kekecewaan kami.

Holiday at Kualalumpur, Hongkong, Macau, Shenzhen, 2014

Kami pun memuaskan diri dengan Foto-foto, keliling-keliling, lalu membeli oleh-oleh (eggroll, permen hingga buah-buah kering). Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. Kami harus bergegas pulang ke Hongkong. Dari The Venetian Macao Resort, kami menumpang bus menuju  Macau Ferry Terminal, kami tetap pulang menggunakan TurboJET.

Setelah 45 menit kami tiba di Hongkong, kami pun bergegas menuju MTR karena MTR ini terakhir beroperasi pukul 01.30 dinihari. Beruntung masih ada MTR, jika tidak kami harus menggunakan taksi, yang pastinya argo taksi itu pasti membunuh kami seperti lintah darat.

Tujuan kami adalah Tsim Tsa Tsui, pulang ke Mirador Mansion, untuk beristirahat. Tiba di Tsim Tsa Tsui kami langsung menuju Nathan Road, berjalan sebentar dan akhirnya tiba di Mirador Mansion. Awalnya sempat bingung masuk ke Mirador Mansion, karena gedung ini merupakan kompleks pertokoan, jika sudah malam, hanya pintu samping yang dibuka.

Kami pun tiba di Seaview Guesthouse, sayang kami dipindahkan secara sepihak oleh Apple, ke kamar pribadinya. Tapi berhubung badan sudah capek, kami pun tidak bisa protes dengan perlakuan Apple tersebut. Badan sudah meminta untuk beristirahat, karena besok masih banyak tempat yang harus kami kunjungi.

One thought on “Day 2 : Malaysia – Hongkong – Macau – Hongkong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *